Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjukkan kemarahannya atas kedekatan yang semakin erat antara Inggris, sekutu tradisional AS, dengan Tiongkok. Dalam pernyataan yang dilansir Internationalmedia.co.id – News, Trump menyebut langkah London untuk berurusan dengan Beijing sebagai "sangat berbahaya."
Kegeraman Trump ini muncul setelah Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer melakukan kunjungan penting ke Beijing pekan ini. Kunjungan Starmer, yang merupakan yang pertama bagi seorang PM Inggris sejak tahun 2018, bertujuan untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Selama di sana, Starmer dilaporkan menandatangani beberapa perjanjian kerja sama, menandai langkah signifikan dalam hubungan kedua negara.

Saat dimintai tanggapan oleh wartawan mengenai keputusan Inggris untuk "berbisnis" dengan Tiongkok, Trump dengan tegas menyatakan, "Iya, sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukan hal itu." Kunjungan ini sendiri merupakan bagian dari tren yang lebih luas di mana sejumlah pemimpin Barat berupaya mendekati Beijing, sebuah pergeseran yang banyak dilihat sebagai respons terhadap kebijakan AS yang semakin tidak dapat diprediksi.
Tidak hanya Inggris, sebelumnya PM Kanada Mark Carney juga telah mengunjungi Tiongkok pada pertengahan Januari. Kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan di bidang perdagangan dan pariwisata. Menanggapi hal ini, Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 100 persen terhadap impor Kanada jika negara tersebut terus membuat kesepakatan lebih lanjut dengan Beijing. Namun, Carney menepis ancaman tersebut sebagai taktik negosiasi belaka.
Trump kemudian melanjutkan komentarnya dengan memperingatkan Kanada. "Menurut saya, akan lebih berbahaya bagi Kanada untuk berbisnis dengan Tiongkok. Kanada sedang tidak baik-baik saja. Mereka melakukannya dengan sangat buruk, dan Anda tidak bisa melihat Tiongkok sebagai jawabannya," tegas Trump, menyoroti kekhawatirannya akan dampak ekonomi dan geopolitik yang mungkin timbul dari hubungan yang terlalu erat dengan Beijing.

