Internationalmedia.co.id – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat pernyataan kontroversial. Kali ini, ia merasa geram jika dirinya tidak dianugerahi Nobel Perdamaian. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi sebuah penghinaan besar bagi Amerika Serikat, mengingat klaimnya telah berhasil menyelesaikan berbagai konflik di dunia.
Trump, yang dikenal dengan gaya bicaranya yang blak-blakan, menyampaikan kekesalannya di hadapan para perwira tinggi militer AS. Ia mempertanyakan mengapa penghargaan bergengsi tersebut justru diberikan kepada orang yang dianggapnya tidak melakukan apa-apa.

"Apakah Anda akan mendapatkan Hadiah Nobel? Tentu saja tidak. Mereka akan memberikannya kepada orang yang tidak melakukan apa pun," ujarnya dengan nada sinis.
Kekecewaan Trump semakin memuncak mengingat rival politiknya, Barack Obama, pernah meraih Nobel Perdamaian pada tahun 2009. Ia bahkan mengklaim telah menyelesaikan tujuh perang sejak kembali menjabat pada bulan Januari, dan berpotensi menambah satu lagi jika rencana perdamaian Gaza yang digagasnya berhasil.
Meskipun demikian, peluang Trump untuk meraih Nobel Perdamaian tahun ini dinilai sangat kecil. Seorang sejarawan yang mendalami Hadiah Nobel Perdamaian bahkan menyebutnya "sama sekali tidak terpikirkan". Komite Nobel Norwegia juga menegaskan bahwa mereka tidak akan terpengaruh oleh kampanye Trump.
Pemerintahan Trump sendiri mengklaim telah mengakhiri tujuh perang, termasuk konflik antara Kamboja dan Thailand, Kosovo dan Serbia, serta beberapa negara lainnya. Namun, banyak klaim tersebut yang dinilai tidak akurat atau hanya bersifat parsial. Klaim tersebut dilansir dari internationalmedia.co.id.
