Jakarta – Ketegangan geopolitik global mencapai puncaknya hari ini, Jumat (30/1/2026), dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan utama di berbagai isu krusial. Dari ancaman militer di Timur Tengah hingga dinamika gencatan senjata di Gaza dan pergeseran aliansi di Eropa, setiap pernyataan Trump mengguncang panggung dunia. Internationalmedia.co.id – News merangkum berbagai perkembangan penting yang menjadi perhatian pembaca internasional.
Salah satu isu paling mendesak adalah situasi dengan Iran. Presiden Trump menyatakan harapannya agar aksi militer terhadap Teheran tidak perlu dilakukan. Pernyataan ini muncul setelah Iran sebelumnya mengancam akan menyerang pangkalan militer dan kapal induk Amerika sebagai balasan atas setiap serangan. Trump mengklaim sedang berbicara dengan Iran dan membuka kemungkinan untuk menghindari konfrontasi militer, meskipun sebelumnya ia memperingatkan bahwa waktu "hampir habis" bagi Teheran, seiring Amerika Serikat mengirimkan armada angkatan laut yang besar ke wilayah tersebut.

Di tengah eskalasi ini, Bos Pentagon, Pete Hegseth, telah menyampaikan kepada Presiden Trump mengenai kesiapan penuh militer AS dalam menghadapi Iran. Hegseth menegaskan bahwa militer AS siap untuk melaksanakan apa pun yang diputuskan oleh Trump terhadap Iran, dengan penekanan bahwa Teheran seharusnya tidak mengupayakan kemampuan nuklir. Ironisnya, di saat yang sama, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) justru mengumumkan rencana latihan tembak langsung di perairan Selat Hormuz pada 1 dan 2 Februari. Selat ini merupakan jalur ekspor minyak terpenting di dunia, menghubungkan produsen minyak terbesar di Teluk dengan pasar global.
Beralih ke konflik Israel-Palestina, Trump juga membuat pernyataan mengejutkan mengenai Hamas. Ia mengklaim bahwa kelompok tersebut akan menyerahkan persenjataan mereka sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata Gaza. Namun, hingga saat ini, Hamas sendiri belum mengonfirmasi klaim tersebut. Jika terwujud, langkah ini akan menjadi kemajuan signifikan dalam upaya menjaga gencatan senjata yang masih rapuh di wilayah tersebut.
Di sisi lain Atlantik, Presiden Trump melontarkan kritik tajam terhadap kedekatan Inggris, sekutu dekatnya, dengan China. Ia menyebut "sangat berbahaya" bagi London untuk berurusan dengan Beijing. Komentar ini disampaikan Trump saat Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sedang dalam kunjungan ke Beijing pekan ini, untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden China Xi Jinping, menandakan adanya pergeseran dinamika aliansi global yang menjadi perhatian serius Gedung Putih.
Berbagai peristiwa ini menunjukkan betapa kompleksnya lanskap geopolitik global di bawah kepemimpinan Donald Trump. Dari upaya diplomasi yang penuh ketegangan hingga ancaman militer yang nyata dan pergeseran aliansi, dunia terus memantau setiap langkah dan pernyataan dari Gedung Putih, menunggu arah selanjutnya dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

