Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman keras kepada kelompok Hamas. Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Trump menyatakan bahwa Hamas akan menghadapi kehancuran total jika menolak untuk melucuti persenjataan mereka.
Trump mengklaim bahwa Hamas telah menyetujui untuk menyerahkan senjata sebagai bagian dari ketentuan gencatan senjata Gaza yang mulai berlaku sejak Oktober tahun lalu. Namun, kelompok tersebut secara terbuka menolak untuk melucuti senjata para pejuangnya di Jalur Gaza.

"Mereka lahir dengan senjata di tangan mereka, jadi itu tidak mudah dilakukan," ujar Trump, seperti dilansir Al Arabiya dan The Times of Israel.
Trump memberikan ultimatum kepada Hamas, dengan memberikan waktu beberapa hari atau minggu ke depan untuk memenuhi kesepakatan tersebut. "Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan dihancurkan dengan sangat cepat," tegasnya.
Gencatan senjata Gaza sendiri memiliki beberapa fase, termasuk penghentian pertempuran, penarikan pasukan Israel, pertukaran tahanan, dan pemberian bantuan kemanusiaan. Fase kedua mencakup penarikan penuh pasukan Israel, perlucutan senjata Hamas, pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), dan pembentukan komite Palestina untuk memerintah Gaza.
Meskipun utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, telah mengumumkan dimulainya fase kedua gencatan senjata pada 14 Januari lalu, serangan-serangan Israel masih terus terjadi di Jalur Gaza. Tel Aviv dan Hamas saling menuduh atas pelanggaran ketentuan gencatan senjata.
Trump juga membahas soal ISF, dengan mengklaim bahwa banyak negara tertarik untuk berpartisipasi dalam menyingkirkan Hamas di Jalur Gaza.
