Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara tegas membantah rumor yang beredar luas di media sosial mengenai kondisi kesehatannya. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyebut semua isu tersebut sebagai "berita palsu". Rumor ini merebak setelah Trump absen dari publik dan tidak menggelar konferensi pers selama beberapa hari pekan lalu—suatu hal yang tidak biasa bagi presiden yang dikenal sangat gemar tampil di depan publik ini.
Usia Trump yang 79 tahun, membuatnya menjadi presiden AS tertua yang pernah menjabat. Ditambah lagi, foto-foto terbaru yang memperlihatkan memar di tangan dan bengkak di pergelangan kaki, semakin memicu spekulasi liar. Banyak pengguna media sosial bahkan sampai menduga Trump telah meninggal dunia dan Gedung Putih berupaya menutupinya.

Saat ditanya oleh reporter Fox News, Peter Doocy, dengan nada bercanda mengenai rumor kematiannya, Trump menjawab singkat, "Saya tidak melihatnya. Itu berita palsu."
Sebelumnya, Gedung Putih telah memberikan penjelasan mengenai kondisi fisik Trump. Pada Juli lalu, mereka menyatakan perubahan warna pada tangan kanan Trump disebabkan iritasi jaringan akibat sering berjabat tangan dan penggunaan aspirin untuk perawatan kardiovaskular. Sementara bengkak di kaki diakibatkan insufisiensi pembuluh vena kronis, kondisi umum yang ditandai kerusakan pembuluh darah sehingga aliran darah terganggu. Dokter kepresidenan, Sean Barbabella, bahkan menyatakan Trump "tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik". Ironisnya, pemerintah AS sendiri pernah mengunggah gambar yang menggambarkan Trump sebagai "Superman". Kini, pernyataan Trump langsung membantah semua spekulasi tersebut.

