Jakarta – Dunia politik dan kerajaan kembali dihebohkan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengomentari penangkapan mantan Pangeran Inggris, Andrew. Trump dengan tegas menyebut insiden ini sebagai sebuah "aib". Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pernyataan mengejutkan ini disampaikan Trump menyusul kabar penahanan Pangeran Andrew oleh kepolisian Inggris.
Berbicara kepada awak media di pesawat kepresidenan Air Force One, Trump tidak menyembunyikan kekecewaannya. "Saya pikir ini memalukan," ungkap Trump, seperti dikutip dari laporan AFP. Ia melanjutkan dengan nada prihatin, menilai situasi ini "sangat menyedihkan" dan berpotensi membawa dampak yang sangat buruk bagi citra serta stabilitas keluarga kerajaan Inggris. "Ini sangat, sangat menyedihkan," tegasnya lagi, menggarisbawahi keseriusan pandangannya.

Penangkapan Pangeran Andrew sendiri terjadi pada Kamis (19/2) waktu setempat. Pangeran yang kini dikenal sebagai Andrew Mountbatten-Windsor tersebut ditahan di kediamannya yang berlokasi di area Norfolk, wilayah timur Inggris. Insiden ini sontak menjadi pusat perhatian media dan publik global.
Kepolisian Inggris, dalam pernyataan resminya yang dilansir oleh BBC dan AFP, mengonfirmasi penahanan seorang pria berusia 60-an tahun dari Norfolk. Meskipun nama Pangeran Andrew tidak disebut secara eksplisit, deskripsi tersebut jelas merujuk padanya. Penangkapan ini dilakukan terkait dugaan "pelanggaran dalam jabatan publik" saat ia masih aktif menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris. "Sebagai bagian dari penyelidikan, hari ini (19/2) kami telah menangkap seorang pria berusia 60-an tahun dari Norfolk atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik," jelas Kepolisian Thames Valley.
Pria yang ditangkap tersebut saat ini masih berada dalam penahanan pihak kepolisian. Sesuai dengan pedoman nasional, pihak berwenang menegaskan tidak akan merilis nama tersangka secara publik. Selain proses penangkapan, kepolisian juga telah melakukan serangkaian penggeledahan di beberapa lokasi yang diduga memiliki kaitan erat dengan Pangeran Andrew, menandakan bahwa penyelidikan kasus ini sedang berjalan intensif.

