Internationalmedia.co.id – Sebuah tragedi mengguncang Mali. Seorang wanita muda bernama Mariam Cisse, yang dikenal sebagai influencer TikTok, dieksekusi mati di depan umum oleh kelompok militan di wilayah utara negara tersebut. Peristiwa mengerikan ini terjadi setelah Cisse dituduh berkolaborasi dengan militer Mali.
Cisse, yang memiliki 90.000 pengikut di TikTok, kerap mengunggah video tentang kehidupan di kota Tonka, wilayah Timbuktu. Unggahan-unggahannya inilah yang kemudian menarik perhatian kelompok militan yang telah lama melakukan pemberontakan di Mali.

Menurut keterangan keluarga, Cisse ditangkap pada Kamis (6/11) oleh kelompok tersebut. Saudara laki-lakinya menuturkan bahwa Cisse dituduh memberikan informasi mengenai pergerakan mereka kepada militer Mali. Keesokan harinya, Cisse dibawa ke Alun-alun Kemerdekaan di Tonka dan dieksekusi di depan umum.
"Saya berada di antara kerumunan," ujar saudara laki-laki Cisse, menggambarkan kengerian saat menyaksikan eksekusi tersebut.
Sumber keamanan Mali mengutuk tindakan tersebut sebagai "biadab". Seorang pejabat lokal juga mengonfirmasi eksekusi mati tersebut dan mengecamnya sebagai "tindakan tercela".
Pemerintah Mali, yang saat ini dikuasai oleh junta militer, tengah berjuang keras untuk mengatasi pemberontakan militan yang telah berlangsung sejak 2012. Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok JNIM yang berafiliasi dengan Al-Qaeda telah memblokade pasokan bahan bakar, memaksa pemerintah menutup sekolah dan menghambat panen di beberapa wilayah.

