Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden tawuran antar pelajar SMA yang menggemparkan terjadi di Jalan Irigasi Jonggol-Cibarusah, Bogor. Peristiwa tragis ini merenggut satu nyawa dan menyebabkan dua lainnya luka-luka akibat sabetan senjata tajam. Kejadian nahas tersebut berlangsung pada Senin (23/8) sekitar pukul 18.00 WIB, melibatkan dua kelompok pelajar dari sekolah berbeda, yakni SMA Negeri di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, dan diduga dari salah satu SMA swasta di wilayah Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Kapolsek Jonggol, Kompol Hida Tjahyono, mengonfirmasi insiden tersebut saat dimintai keterangan, Selasa (24/8). Tim Reskrim Polsek Jonggol yang segera mendatangi lokasi usai menerima laporan warga, menemukan para pelaku sudah melarikan diri dari tempat kejadian.

Kompol Hida menjelaskan, ketiga korban yang terlibat dalam insiden berdarah ini merupakan pelajar SMA dari Tanjungsari Bogor, semuanya berusia 16 tahun. Meskipun sempat dilarikan ke RSUD Dr. Satibi Cileungsi, nyawa korban berinisial IL tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. Sementara itu, dua korban luka lainnya, MA dan RH, masih dalam perawatan intensif. Saat ini, jenazah korban meninggal tengah menjalani proses autopsi di RS Polri Kramatjati untuk penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa tawuran maut ini dengan cepat menyebar dan menjadi viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman video yang beredar luas dan dilihat Internationalmedia.co.id, terlihat jelas sejumlah pelajar saling serang dengan membawa senjata tajam, termasuk celurit. Kedua kelompok pelajar tersebut tampak tiba di lokasi dengan mengendarai sepeda motor berboncengan. Beberapa di antaranya terlihat mengayunkan senjata mereka ke arah lawan yang berusaha kabur menggunakan motor.
Kasus tawuran pelajar yang berujung maut ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian. Petugas saat ini tengah memburu para pelaku utama serta pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. "Kami sudah meminta keterangan dari beberapa saksi dan terus melakukan penyelidikan intensif. Mohon doanya agar para pelaku dapat segera kami amankan," pungkas Kompol Hida, berharap kasus ini segera terungkap.
