Internationalmedia.co.id – Hong Kong berduka. Kebakaran dahsyat melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, merenggut nyawa 128 orang dan meninggalkan sekitar 200 lainnya dalam ketidakpastian. Api yang berkobar selama 42 jam itu menjadi mimpi buruk terburuk dalam 80 tahun terakhir bagi kota yang dikenal dengan standar keselamatan tinggi.
Sekretaris Keamanan Hong Kong, Chris Tang, mengumumkan jumlah korban jiwa yang terus bertambah pada konferensi pers. Di antara korban terdapat seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun yang gugur dalam tugas. Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong mengkonfirmasi dua WNI yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga migran termasuk dalam daftar korban tewas. Sedikitnya 79 orang lainnya, termasuk 12 petugas pemadam kebakaran, menderita luka-luka.

Tragedi ini mengguncang Hong Kong. Kompleks Wang Fuk Court, yang terdiri dari delapan menara setinggi 32 lantai, menampung lebih dari 4.600 jiwa, mayoritas lansia. Pertanyaan besar muncul: bagaimana bisa kebakaran dahsyat terjadi di kota dengan reputasi keselamatan yang kuat?
Penyelidikan mendalam tengah dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran dan mengapa api dapat menyebar begitu cepat, melahap tujuh blok apartemen. Polisi telah menangkap tiga pejabat perusahaan konstruksi atas dugaan pembunuhan, terkait penggunaan material berbahaya seperti papan busa mudah terbakar. Keberadaan perancah bambu dan jaring hijau yang menutupi gedung selama renovasi juga menjadi sorotan.
Fakta yang lebih mengejutkan terungkap: alarm kebakaran di kompleks apartemen tersebut tidak berfungsi dengan baik. Tang memperkirakan penyelidikan akan memakan waktu beberapa minggu ke depan. Warga Hong Kong, para korban selamat, dan keluarga yang kehilangan terus menunggu jawaban dan keadilan atas tragedi ini. Internationalmedia.co.id akan terus memberikan informasi terbaru seputar perkembangan kasus ini.
