Serangan memilukan di Jalur Gaza kembali terjadi. Internationalmedia.co.id melaporkan, serangan udara dan tembakan pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 23 warga sipil Palestina, termasuk tiga anak-anak. Jumlah korban jiwa yang mengerikan ini dikonfirmasi oleh juru bicara pertahanan sipil setempat, Mahmud Bassal, kepada kantor berita AFP. Bassal menyatakan bahwa korban tewas tersebar di berbagai lokasi di sekitar Jalur Gaza.
Informasi yang diperoleh internationalmedia.co.id menyebutkan, dua anak menjadi korban dalam serangan udara yang menghancurkan sebuah rumah di lingkungan Zeitun, Kota Gaza. Saksi mata, Abdel Rahman Azzam (45), menggambarkan kejadian mengerikan tersebut. Ia menceritakan rumahnya bergetar hebat akibat ledakan dahsyat yang menghancurkan rumah kerabatnya. Azzam melihat rumah tersebut hancur dan terbakar, dengan korban luka berjatuhan, termasuk anak-anak dan wanita yang menjerit histeris. Ia menuding serangan tersebut dilakukan tanpa peringatan sebelumnya.

Pihak militer Israel hingga saat ini belum memberikan komentar resmi terkait jatuhnya korban jiwa, termasuk tewasnya anak-anak dalam insiden tersebut. Mereka hanya berdalih bahwa serangan itu bertujuan untuk menghancurkan kemampuan militer Hamas. Pernyataan ini tentu saja menuai kecaman dari berbagai pihak internasional yang mengecam keras tindakan brutal tersebut. Kejadian ini kembali menyoroti konflik berkepanjangan di Gaza dan menimbulkan pertanyaan serius tentang dampak kemanusiaan dari tindakan militer yang dilakukan.
