Internationalmedia.co.id – News, Kryvyi Rig, Ukraina – Serangan Rusia kembali menghantam kota Kryvyi Rig di Ukraina tengah, merenggut nyawa dua warga sipil dan menyebabkan satu lainnya terluka. Di sisi lain, pejabat Rusia mengklaim serangan pesawat tak berawak Ukraina telah melukai 11 orang di wilayah mereka.
Oleksandr Ganzha, kepala administrasi militer regional, menyampaikan kabar duka melalui Telegram. "Seorang pria berusia 77 tahun dan seorang wanita berusia 72 tahun menjadi korban jiwa. Seorang wanita berusia 53 tahun mengalami luka-luka," ungkapnya, Kamis (22/1/2026). Serangan rudal dan pesawat tak berawak tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan.

Kryvyi Rig, yang berjarak sekitar 80 kilometer dari garis depan dan merupakan kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelensky, telah menjadi target serangan Rusia sejak invasi dimulai pada Februari 2022.
Sementara itu, di Rusia, kepala Republik Adygea melaporkan bahwa serangan drone Ukraina memicu kebakaran di sebuah bangunan perumahan dan tempat parkir di distrik Takhtamukaysky, dekat kota Krasnodar. Video dari lokasi kejadian memperlihatkan kerusakan parah pada fasad bangunan, asap tebal, dan mobil-mobil yang hangus terbakar.
"Menurut informasi terkini, 11 orang terluka, sembilan di antaranya dirawat di rumah sakit, termasuk dua anak," tulis Murat Kumpilov, pejabat setempat, di Telegram.
Pejabat Ukraina justru menuding bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh sistem pertahanan udara Rusia sendiri. Andriy Kovalenko, kepala pusat penanggulangan disinformasi Ukraina, menyatakan bahwa "sebuah rudal pertahanan udara Rusia menghantam sebuah bangunan perumahan di kota Afipsky" di wilayah Adygea.
Namun, baik Ukraina maupun Kovalenko tidak memberikan bukti yang mendukung klaim tersebut. Wilayah tersebut, yang strategis karena lokasinya dekat Laut Hitam dan Laut Azov, memang sering menjadi sasaran serangan Ukraina. Ukraina mengklaim bahwa serangan mereka menargetkan industri minyak dan gas Rusia yang menjadi sumber pendanaan invasi.
