Internationalmedia.co.id – News – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalin sinergi dengan media massa melalui penyelenggaraan Kasau Awards 2026. Acara bergengsi ini, yang berlangsung di Markas Besar Angkatan Udara (Mabesau), Cilangkap, Jakarta, pada Selasa (1/9/2026), menjadi platform utama untuk memberikan penghargaan tulus kepada para jurnalis yang telah berperan aktif mendekatkan kiprah TNI AU kepada khalayak luas melalui karya-karya jurnalistik berkualitas.
Marsekal TNI Tonny Harjono, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran pers. "Kasau Awards ini adalah wujud nyata penghargaan dan apresiasi kami kepada insan pers yang senantiasa memberikan perhatian terhadap berbagai dinamika dan pengabdian TNI Angkatan Udara," ujar KSAU. Ia menambahkan, karya jurnalistik memegang peranan vital dalam memvisualisasikan wajah kedirgantaraan Indonesia. Dengan tema "Pengabdian Tanpa Batas, TNI AU AMPUH, Indonesia Maju," ajang ini diharapkan mampu mengedukasi publik tentang profesionalisme, inovasi, inisiatif, aksi kemanusiaan, hingga kedekatan TNI AU dengan masyarakat.

Sebanyak 346 karya jurnalistik dari beragam media, baik skala nasional maupun daerah, tercatat berpartisipasi dalam Kasau Awards 2026. Kompetisi ini dibagi menjadi lima kategori prestisius: Isu Strategis, Isu Humanis, Berita Televisi, Feature Televisi, dan Foto Jurnalistik. Masing-masing kategori menobatkan tiga pemenang yang dipilih secara cermat oleh dewan juri. Kriteria penilaian menekankan pada karya yang telah tayang di media masing-masing, mematuhi kode etik jurnalistik, dan bebas dari praktik plagiarisme.
KSAU Tonny Harjono lebih lanjut menyoroti bahwa keragaman karya yang masuk mencerminkan spektrum peran TNI AU yang sangat luas, menuntut adaptasi berkelanjutan, pengembangan kemampuan modern, profesionalisme tinggi, keunggulan, serta sisi humanis dalam setiap tugas. Ia berharap, melalui karya-karya jurnalistik yang bermutu, masyarakat dapat lebih mendalam mengenal kiprah TNI AU dan menumbuhkan kesadaran kedirgantaraan (air and space awareness) yang krusial bagi masa depan bangsa.
"TNI Angkatan Udara sangat membutuhkan media sebagai mitra strategis untuk menyalurkan informasi secara transparan dan bermakna kepada publik," tegas KSAU. Ia menekankan pentingnya membangun kemitraan yang kokoh berdasarkan keterbukaan, profesionalisme, dan saling menghargai. KSAU berharap Kasau Awards akan terus menjadi jembatan penghubung antara TNI AU dan insan pers, mempererat silaturahmi, sekaligus memacu lahirnya lebih banyak karya jurnalistik berkualitas yang mengangkat isu kedirgantaraan Indonesia. "Ini adalah kontribusi kita bersama dalam semangat pengabdian tanpa batas TNI Angkatan Udara yang ampuh demi Indonesia Maju," pungkasnya, mengajak seluruh elemen untuk terus menyemarakkan gelora kedirgantaraan.
Dari ratusan karya yang bersaing, beberapa nama berhasil menorehkan prestasi gemilang. Untuk Kategori Isu Strategis, Kompas.com meraih penghargaan dengan liputannya "Di Balik Sayap Besar A400M, Ada Misi Menyelamatkan Nyawa." Sementara itu, SinarPerbatasan.com unggul di Kategori Isu Humanis melalui "Sayap Pengabdian TNI AU di Ujung Negeri, Menjaga Langit Menyalakan Asa." Di ranah televisi, CNN Indonesia TV berjaya di Kategori Program News TV dengan "Latihan TNI AU, Pesawat Tempur Mendarat di Jalan Tol," dan Kompas TV memenangkan Kategori Program Feature TV berkat "Skadron Udara 17, ‘Kencana Zero Four’." Kategori Foto Jurnalistik dimenangkan oleh Antara dengan karya berjudul "Distribusi Bantuan ke Lokasi Terisolir di Agam."
Selain para jurnalis, KSAU juga memberikan apresiasi khusus kepada sejumlah Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) yang dinilai aktif berkolaborasi dan menjadi fasilitator bagi wartawan di daerah. Mereka adalah Danlanud Soewondo Marsma TNI Tiopan Hutapea, Danlanud Raden Sadjad Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Suryo Anggoro, Danlanud Sri Mulyono Herlambang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, Danlanud Sutan Sjahrir Kolonel Nav Wahyu Bintoro, dan Danlanud Johannes Abraham Dimara Kolonel Pnb Beny Aprianto, S.M.
