Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah sebuah proyektil menghantam area dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran selatan pada Sabtu, 4 April. Serangan yang disebut-sebut berasal dari koalisi Amerika Serikat-Israel ini menewaskan satu orang, menurut laporan media pemerintah Iran. Internationalmedia.co.id – News
Menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, yang juga dikutip oleh AFP, proyektil tersebut mendarat di dekat fasilitas nuklir itu sekitar pukul 08.30 pagi waktu setempat. Seorang penjaga gedung dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Namun, pihak berwenang Iran dengan cepat mengklarifikasi bahwa fasilitas inti pembangkit listrik itu sendiri tidak mengalami kerusakan.

Insiden di Bushehr ini menambah daftar panjang ketegangan yang tengah memuncak di kawasan tersebut. Pada hari yang sama, militer Iran mengumumkan keberhasilan mereka menembak jatuh sebuah jet tempur Amerika Serikat di wilayah udara Iran tengah. Juru bicara komando operasional pusat militer Iran menyatakan bahwa pesawat musuh tersebut dihancurkan oleh sistem pertahanan udara canggih Angkatan Udara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Pesawat jet tempur itu, yang diidentifikasi sebagai F-15, dilaporkan hancur total. Operasi pencarian awak pesawat masih terus dilakukan. Televisi resmi Iran bahkan mengumumkan akan memberikan "hadiah berharga" bagi siapa pun yang berhasil menangkap awak pesawat tersebut dalam keadaan hidup.
Di sisi lain, media Amerika Serikat menyajikan laporan yang kontras. Mereka mengklaim bahwa pasukan khusus AS berhasil menyelamatkan salah satu dari dua awak jet tempur F-15 tersebut, sementara satu awak lainnya masih dalam pencarian. Menanggapi insiden ini, Presiden Trump, dalam pernyataannya kepada NBC, menegaskan bahwa jatuhnya F-15 tidak akan memengaruhi proses negosiasi dengan Iran. "Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang," ujarnya lugas.
Klaim penembakan pesawat AS tidak berhenti di situ. Militer Iran juga melaporkan telah menembak jatuh pesawat militer A-10 milik AS di wilayah Teluk, meskipun media AS mengonfirmasi bahwa pilotnya berhasil diselamatkan. Rentetan insiden ini menambah daftar kerugian yang dialami militer AS, yang sebelumnya telah mengumumkan hilangnya beberapa pesawat selama operasi di Iran, termasuk sebuah pesawat tanker yang jatuh di Irak dan tiga pesawat tempur F-15 yang secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara sekutunya, Kuwait.

