Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Timur Tengah di Ujung Tanduk
Trending Indonesia

Timur Tengah di Ujung Tanduk

GunawatiBy Gunawati25-02-2026 - 23.15Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Timur Tengah di Ujung Tanduk
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai titik didih, memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik bersenjata di Timur Tengah. Pengerahan aset militer AS secara masif ke kawasan tersebut telah meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan perang dalam waktu dekat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump kembali menyinggung Iran dalam pidato terbarunya di hadapan Kongres.

Dalam pidatonya, Trump menjelaskan bahwa tujuan utama pengerahan kekuatan militer besar-besaran AS adalah untuk memastikan Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir. Ia menekankan bahwa meskipun diplomasi tetap menjadi pilihan, Iran harus secara eksplisit menyatakan komitmen untuk tidak mengembangkan senjata pemusnah massal. "Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kita belum mendengar kata-kata rahasia itu: Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," ujar Trump, seperti dilansir CNN pada Rabu (25/2/2026). Pengerahan dua kapal induk raksasa AS, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford, yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, ke kawasan tersebut menjadi bukti nyata keseriusan Washington. USS Gerald R Ford sendiri telah tiba di pangkalan AS di Teluk Souda, Yunani.

Timur Tengah di Ujung Tanduk
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Trump bersikeras bahwa Iran masih berupaya memajukan program nuklir mereka, bahkan setelah ia mengklaim pengeboman AS pada Juni tahun lalu telah "memusnahkan program senjata nuklir Iran." "Kita telah menghancurkannya, dan mereka ingin memulainya lagi. Dan saat ini lagi, mereka mengejar ambisi jahat mereka," tegas Trump. Namun, klaim ini dibantah keras oleh Teheran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Selasa (24/2) waktu setempat, secara tegas menyatakan bahwa Iran tidak sedang mengembangkan bom nuklir. "Keyakinan mendasar kami sangat jelas: Iran dalam keadaan apa pun tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir," kata Araghchi melalui media sosial X.

Di tengah retorika panas ini, upaya diplomatik tetap berjalan. Araghchi memimpin delegasi Iran dalam perundingan nuklir tidak langsung dengan AS, yang dimediasi oleh Oman. Putaran terbaru dijadwalkan pada Kamis (26/2) di Jenewa, Swiss. Meski demikian, banyak negara meragukan kejujuran Iran, mengingat sejarah Teheran yang pernah memperkaya uranium hingga tingkat yang sangat dekat dengan material level senjata.

Menanggapi meningkatnya ancaman, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan latihan perang besar-besaran di pantai selatan negara itu, tepatnya di Teluk Persia, serta di beberapa wilayah lain. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa "Latihan gabungan 1404 (2026) Pasukan Darat IRGC telah dimulai" pada Selasa (24/2). Latihan ini melibatkan drone, kapal, kendaraan amfibi, rudal darat-ke-laut, roket, serta artileri. Mohammad Karami, komandan pasukan darat IRGC, menyatakan bahwa latihan militer ini dilakukan "berdasarkan ancaman yang ada," tanpa merinci lebih lanjut.

Dengan manuver militer yang saling berhadapan dan perbedaan pandangan yang tajam mengenai program nuklir, dunia kini menanti hasil dari putaran perundingan diplomatik yang krusial. Akankah ketegangan ini mereda, ataukah Timur Tengah akan kembali terjerumus dalam pusaran konflik yang lebih besar? Hanya waktu yang akan menjawab.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Ratusan Kilogram Bahan Peledak Meledak Swiss Heboh

26-02-2026 - 03.30

Misteri Kapak di Masjid Manchester Saat Tarawih

25-02-2026 - 23.00

AS Banjir Minyak Venezuela

25-02-2026 - 21.30

Terkuak Alasan Trump Kerahkan Militer Besar ke Iran

25-02-2026 - 21.15

Tragedi F-16 Turki Pilot Gugur Penyelidikan Dimulai

25-02-2026 - 21.00

Teheran Marah Rudal Jangkau Amerika Dusta

25-02-2026 - 18.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.