Ketegangan di Tepi Barat kembali memuncak setelah militer Israel mengonfirmasi penembakan mati seorang pria di Einabus, wilayah utara Tepi Barat yang diduduki. Menurut laporan Internationalmedia.co.id – News, insiden ini terjadi baru-baru ini, di mana pasukan Israel mengklaim pria tersebut mencoba menabrak tentara mereka.
Juru bicara militer Israel menjelaskan, "Beberapa saat yang lalu, sebuah laporan diterima mengenai seorang teroris yang mencoba menabrak tentara IDF (tentara Israel) yang beroperasi di daerah Einabus." Sebagai respons, mereka menambahkan, "para tentara menembak teroris tersebut dan melenyapkannya." Namun, militer tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas korban atau kronologi pasti insiden tersebut.

Insiden penembakan di Einabus ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah sebuah serangan fatal di Israel utara, di mana seorang warga Palestina menabrak seorang pria berusia enam puluhan dengan kendaraannya, lalu menikam seorang gadis 18 tahun hingga tewas. Pelaku serangan tersebut juga tewas di lokasi. Menyusul kejadian tersebut, militer Israel melancarkan operasi selama dua hari di Qabatiya, Tepi Barat, kota asal penyerang, menahan beberapa penduduk termasuk ayah dan saudara laki-lakinya.
Kekerasan di Tepi Barat, wilayah yang telah diduduki Israel sejak tahun 1967, memang menunjukkan peningkatan signifikan sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023, menyusul serangan Hamas terhadap Israel. Insiden-insiden seperti ini menjadi cerminan dari spiral kekerasan yang terus berlanjut di wilayah tersebut.
Menurut perhitungan AFP yang didasarkan pada data Kementerian Kesehatan Palestina, lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat akibat tindakan pasukan dan pemukim Israel sejak Oktober 2023. Korban tewas ini mencakup banyak militan, namun juga puluhan warga sipil yang tidak terlibat.
Di sisi lain, angka resmi Israel mencatat setidaknya 44 warga Israel, baik tentara maupun warga sipil, juga telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan yang dilakukan warga Palestina atau dalam operasi militer Israel di Tepi Barat selama periode yang sama.
