Internationalmedia.co.id – News – Langit di atas Ibu Kota Iran, Teheran, kembali diguncang suara ledakan pada Selasa (3/3/2026), memicu kekhawatiran baru di tengah eskalasi konflik regional yang tak kunjung mereda. Serangan udara ini dikonfirmasi langsung oleh militer Israel, yang menyatakan targetnya adalah seorang komandan senior militer Iran.
Dilansir dari laporan BBC, serangan terbaru ini merupakan bagian dari operasi berkelanjutan Israel terhadap Iran. Militer Israel mengklaim telah menargetkan seorang komandan senior Republik Islam Iran di Teheran. Namun, identitas spesifik individu yang menjadi sasaran belum dirinci, menambah misteri di balik operasi yang berani ini.

Insiden ini terjadi menyusul gelombang serangan udara sebelumnya yang dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Bulan Sabit Merah Iran sebelumnya merilis data mengejutkan, menyebutkan lebih dari 780 orang tewas di berbagai wilayah Iran sejak rentetan serangan yang dilancarkan sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.
Dalam pernyataan yang dikutip oleh AFP dan dilansir Internationalmedia.co.id, Bulan Sabit Merah Iran mengklaim bahwa Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara dalam periode tersebut. Serangan-serangan tersebut dilaporkan menghantam setidaknya 153 kota dan lebih dari 500 lokasi di berbagai penjuru Iran. Namun, penting untuk dicatat bahwa angka-angka yang dilaporkan oleh Bulan Sabit Merah Iran ini belum dapat diverifikasi secara independen, menimbulkan pertanyaan tentang skala sebenarnya dari dampak konflik.
Peristiwa di Teheran ini semakin memperpanas tensi di kawasan Timur Tengah, menunjukkan bahwa konflik antara Israel dan Iran memasuki fase yang lebih intens dan terbuka, dengan potensi dampak yang lebih luas dan tak terduga bagi stabilitas regional.

