Internationalmedia.co.id – News – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di ibu kota Iran, Teheran, dilaporkan terhenti sementara menyusul serangan yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah depot minyak vital. Pemerintah Iran segera menyatakan sedang berupaya keras mengatasi kerusakan infrastruktur energi yang terjadi, menjanjikan pemulihan secepatnya.
Gubernur Teheran, Mohammad Sadegh Motamedian, mengonfirmasi penghentian sementara ini. "Karena kerusakan pada jaringan pasokan bahan bakar, distribusi telah terhenti sementara," ujarnya seperti dikutip oleh kantor berita resmi IRNA, sebagaimana dilaporkan internationalmedia.co.id dari AFP. Ia menambahkan, "Masalah ini sedang diatasi."

Motamedian juga mengungkapkan bahwa sebagai langkah antisipasi, kuota bahan bakar untuk warga dengan kartu pribadi telah dikurangi dari 30 liter per hari menjadi 20 liter. Namun, ia meyakinkan masyarakat agar tidak khawatir karena gangguan pasokan akan segera diatasi, dengan janji pembatalan langkah tersebut dalam ‘dua atau tiga hari’. Informasi mengenai pengurangan kuota ini didapat dari Aljazeera yang mengutip laporan kantor berita Fars.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap lima fasilitas minyak di sekitar ibu kota Iran, termasuk di wilayah Alborz. Serangan tersebut mengakibatkan empat orang tewas.
"Semalam, empat depot minyak dan pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran dan Alborz diserang oleh pesawat musuh," terang CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, kepada televisi pemerintah Iran, seperti dilansir internationalmedia.co.id dari AFP.
Veyskarami merinci, empat personel perusahaan, termasuk dua pengemudi truk tangki minyak, tewas dalam insiden tersebut. Ia mengakui adanya "kerusakan signifikan" pada infrastruktur energi tersebut, namun menegaskan bahwa "api berhasil dikendalikan" setelah upaya pemadaman intensif.
Pasca-serangan, asap kebakaran terlihat menyelimuti Teheran semalaman, menciptakan kabut gelap yang pekat di seluruh kota saat pagi tiba. Warga melaporkan bau terbakar masih tercium kuat di udara. Meskipun demikian, Veyskarami memastikan bahwa depot minyak Iran memiliki "cadangan bensin yang cukup" untuk memenuhi kebutuhan domestik.

