Internationalmedia.co.id melaporkan, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyatakan kekecewaan mendalam atas keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menaikkan tarif barang-barang Kanada hingga 35 persen. Kenaikan ini, menurut pernyataan resmi pemerintah Kanada, merupakan balasan atas rencana Kanada mengakui negara Palestina di Sidang Umum PBB September mendatang.
Trump, dalam perintah eksekutifnya, beralasan kenaikan tarif tersebut sebagai konsekuensi kegagalan Kanada dalam mengatasi penyelundupan fentanil dan obat-obatan terlarang lainnya. Namun, Carney membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kanada hanya menyumbang 1% dari total impor fentanil AS dan telah berupaya keras mengurangi angka tersebut. Lebih lanjut, Carney menekankan komitmen Kanada pada Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (CUSMA), menyebut penerapan CUSMA oleh AS telah membuat tarif rata-rata untuk barang-barang Kanada tetap rendah dibandingkan mitra dagang lainnya. Kendati demikian, ia mengakui sektor-sektor penting ekonomi Kanada seperti kayu, baja, aluminium, dan otomotif tetap terdampak bea dan tarif AS.

Pengumuman rencana pengakuan negara Palestina oleh Kanada, yang sebelumnya juga diutarakan Prancis dan Inggris, tampaknya menjadi pemicu utama tindakan Trump. Carney menjelaskan langkah tersebut sebagai upaya menjaga harapan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina, sebuah tujuan yang menurutnya semakin terkikis. Kanada bertekad mengakui negara Palestina pada Sidang Umum PBB ke-80 bulan September mendatang. Kekecewaan Kanada atas tindakan sepihak AS ini pun semakin menambah kompleksitas hubungan kedua negara.

