Kepolisian Sektor Metro Penjaringan tengah gencar memburu dua pria yang diduga kuat terlibat dalam aksi pencurian ponsel milik seorang remaja putri berinisial AMR (17) di sebuah pusat perbelanjaan ternama di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden yang terjadi saat korban tengah asyik melihat-lihat produk di dalam mal tersebut kini menjadi fokus penyelidikan pihak berwajib.
Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, AKP Kiki Tanlim, mengungkapkan bahwa laporan dari korban langsung diterima pada hari kejadian. "Kami masih terus berupaya melakukan penyelidikan intensif untuk menemukan para pelaku pencurian ini," ujar Kiki, seperti dikutip dari internationalmedia.co.id, baru-baru ini. Tim penyidik telah bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat insiden berlangsung.

Pihak kepolisian juga tidak tinggal diam dalam memanfaatkan teknologi. Rekaman kamera pemantau (CCTV) yang terpasang di dalam pusat perbelanjaan menjadi alat vital dalam proses identifikasi. "Kami sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan aksi pelaku terekam CCTV. Dari rekaman terlihat jelas ada dua orang pelaku. Saat ini, kami sedang gencar mengejar mereka," tegas Kiki. Kiki menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, kedua pelaku dipastikan bukan pengunjung reguler maupun karyawan yang bekerja di mal tersebut, mengindikasikan mereka adalah sindikat pencuri profesional.
Aksi pencurian ponsel senilai lebih dari Rp16 juta ini bermula pada Sabtu (29/8) malam. Saat itu, AMR tengah asyik melihat-lihat produk di sebuah toko ponsel. Ponsel miliknya yang berharga fantastis tersebut disimpan di dalam tas. Tiba-tiba, dua pria tak dikenal menghampiri AMR. Dengan modus operandi yang cukup licik, kedua pria tersebut menanyakan terkait produk lipstik kepada korban. Setelah percakapan singkat, keduanya pun berlalu begitu saja.
Sekitar sepuluh menit berselang setelah interaksi aneh itu, AMR berniat mengambil ponselnya dari dalam tas. Namun, betapa terkejutnya ia saat menyadari bahwa ponsel kesayangannya telah raib. Korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp16,5 juta akibat insiden ini. Tanpa menunggu lama, AMR segera melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Metro Penjaringan, berharap para pelaku dapat segera ditangkap dan ponselnya kembali.
