Internationalmedia.co.id Pemerintah Taliban di Afghanistan akhirnya angkat bicara terkait hilangnya akses internet dan layanan seluler yang melanda negara itu dalam beberapa hari terakhir. Bantahan keras dilontarkan, menepis tudingan bahwa pemadaman ini disengaja.
Dalam pernyataan yang dirilis, Taliban mengklaim bahwa gangguan masif ini disebabkan oleh kabel fiber optik yang sudah usang dan tengah dalam proses penggantian. Bantahan ini muncul setelah laporan meluas tentang dampak pemadaman yang mengganggu aktivitas perbankan, perdagangan, hingga penerbangan di berbagai wilayah Afghanistan.

"Tidak ada kebenaran dalam rumor yang beredar bahwa kami memberlakukan larangan internet," tegas seorang pejabat Taliban dalam pesan singkat kepada wartawan Pakistan. Pernyataan ini juga mengutip juru bicara utama Taliban, Zabihullah Mujahid, yang menyebut kerusakan infrastruktur fiber optik sebagai penyebab utama gangguan.
Namun, klaim Taliban ini bertentangan dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa pemadaman internet terjadi setelah dekrit dari pemimpin Taliban, Hibatullah Akhundzada, untuk memerangi amoralitas. Bahkan, pengawas internet NetBlocks menduga bahwa pemadaman ini "tampaknya konsisten dengan pemutusan layanan yang disengaja."
Seorang pejabat Taliban yang tidak disebutkan namanya sebelumnya juga dilaporkan mengatakan bahwa ribuan pilar telekomunikasi akan dimatikan "hingga pemberitahuan lebih lanjut." Pemadaman akses komunikasi ini menjadi yang pertama kalinya terjadi sejak Taliban kembali berkuasa di Kabul pada tahun 2021.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang motif sebenarnya di balik hilangnya akses internet di Afghanistan. Apakah benar-benar disebabkan oleh kerusakan infrastruktur, atau ada agenda lain yang tersembunyi? Publik menanti penjelasan lebih lanjut dari pihak Taliban.
