Internationalmedia.co.id – News – Suasana duka dan ketegangan menyelimuti Sydney, Australia, menyusul insiden vandalisme mengerikan di sebuah pemakaman Muslim. Kepala babi ditemukan berserakan di area pemakaman, hanya sehari setelah penembakan massal brutal di Pantai Bondi yang menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya.
Laporan dari media lokal Australia, seperti dikutip Internationalmedia.co.id dari Anadolu Agency, menyebutkan bahwa pada Senin (15/12), sebuah pemakaman Muslim di Narellan, pinggiran barat daya Sydney, menjadi sasaran tindakan tak bertanggung jawab. Rekaman video yang beredar menunjukkan beberapa kepala babi yang dipotong-potong dan bagian tubuh babi lainnya ditinggalkan di pintu masuk kompleks pemakaman di Richardson Road.

Kepolisian setempat segera merespons laporan tersebut. "Para personel kepolisian tiba dan menemukan beberapa kepala babi di lokasi kejadian. Kepolisian segera memulai penyelidikan atas insiden tersebut," demikian pernyataan resmi Kepolisian Australia. Barang bukti tersebut telah dipindahkan dan dibuang secara layak. Penyelidikan mendalam masih berlangsung untuk mengungkap pelaku dan motif di balik tindakan provokatif ini.
Insiden ini terjadi dalam bayang-bayang tragedi penembakan massal di Pantai Bondi pada Minggu (14/12). Serangan tersebut, yang kini ditetapkan sebagai "tindakan teroris" oleh Kepolisian Australia, menyebabkan 15 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Sajid Akram, seorang ayah berusia 50 tahun, dan putranya, Naveed Akram (24). Sajid tewas di tempat setelah ditembak oleh petugas kepolisian, sementara Naveed mengalami luka kritis dan kini berada di bawah pengawasan ketat di rumah sakit. Diketahui, Sajid memiliki enam senjata api yang didapatkan secara legal.
Meskipun motif pasti penembakan masih dalam penyelidikan, insiden tragis ini terjadi saat perayaan Hanukkah yang dihadiri lebih dari seribu umat Yahudi di pantai ikonik Sydney tersebut. Kemunculan teror kepala babi di pemakaman Muslim pasca-peristiwa ini menambah lapisan kompleksitas dan kekhawatiran akan potensi ketegangan sosial di Australia.
