Internationalmedia.co.id – News – Presiden Taiwan, Lai Ching-te, melontarkan peringatan keras yang mengguncang kawasan, menyatakan bahwa negara-negara di Indo-Pasifik berisiko menjadi sasaran ekspansi China selanjutnya jika Beijing berhasil mencaplok pulau tersebut. Pernyataan ini disampaikan seiring desakan kuat Lai untuk memperkuat pertahanan Taiwan secara drastis.
Dalam wawancara global pertamanya dengan kantor berita AFP sejak menjabat pada Mei 2024, Lai menegaskan bahwa aneksasi Taiwan oleh China akan memicu Beijing menjadi kekuatan yang jauh lebih agresif. Konsekuensinya, perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik, serta tatanan internasional berbasis aturan, akan terancam serius.

"Ambisi ekspansionis China tidak akan berhenti di Taiwan," kata Lai. Ia secara spesifik menyebut Jepang, Filipina, dan negara-negara lain di kawasan Indo-Pasifik sebagai target potensial berikutnya. Dampak dari ekspansi ini, menurutnya, bahkan pada akhirnya bisa menjangkau Amerika dan Eropa.
Untuk mengantisipasi ancaman yang membayangi ini, Lai menyatakan keyakinannya bahwa parlemen Taiwan akan menyetujui anggaran tambahan sebesar US$40 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk mendanai pembelian pertahanan krusial, termasuk persenjataan canggih dari Amerika Serikat. Meskipun Presiden China Xi Jinping telah berulang kali memperingatkan Washington agar tidak menjual senjata ke Taiwan, Lai tetap optimis bahwa Amerika Serikat akan terus mendukung Taiwan dan tidak akan menjadikannya "alat tawar-menawar" dalam hubungan dengan Beijing.
Seperti diketahui, China mengklaim Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah kedaulatannya. Beijing tidak segan mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai pulau yang berpemerintahan sendiri secara demokratis tersebut.
Kawasan Indo-Pasifik yang dimaksud dalam peringatan Lai mencakup wilayah yang sangat luas, mulai dari Asia Timur (termasuk Korea Selatan, Korea Utara, dan Jepang), Asia Selatan, negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, hingga Australia, Selandia Baru, dan berbagai negara kepulauan di Pasifik. Peringatan ini menyoroti potensi domino efek yang bisa terjadi jika stabilitas di Selat Taiwan goyah.

