Internationalmedia.co.id melaporkan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan seruan mengejutkan kepada rakyat Iran. Dalam sebuah pesan video yang beredar online, Netanyahu mendesak warga Iran untuk turun ke jalan dan memprotes pemerintahnya. Seruan ini disampaikan di tengah krisis kekurangan pasokan listrik dan air yang melanda Iran.
Netanyahu, dalam pesannya yang dikutip dari AFP dan Al Arabiya, menyoroti kesulitan yang dialami rakyat Iran akibat kekurangan air yang parah. Penurunan drastis ketinggian air di waduk-waduk menjadi bukti nyata krisis tersebut. Situasi diperparah dengan gelombang panas yang membebani kapasitas pembangkit listrik, memaksa pemerintah Iran menutup sementara banyak kantor pemerintahan untuk menghemat energi.

"Di tengah teriknya musim panas ini, Anda bahkan tidak punya air bersih dan dingin untuk anak-anak Anda," tegas Netanyahu dalam video tersebut. Ia bahkan menawarkan bantuan teknologi dan keahlian pengelolaan air dari Israel, "Saat negara Anda terbebas, para pakar air terkemuka Israel akan membanjiri setiap kota di Iran dengan teknologi dan pengetahuan mutakhir," ujarnya.
Netanyahu kemudian menyerukan rakyat Iran untuk "mengambil risiko demi kebebasan," dengan turun ke jalan dan membangun masa depan yang lebih baik. Pernyataan ini muncul dua bulan setelah perang singkat namun intens antara Israel dan Iran pada Juni lalu, yang menewaskan sejumlah komandan militer senior, ilmuwan nuklir, dan ratusan warga sipil di kedua negara.
Seruan Netanyahu ini bukanlah yang pertama kalinya. Ia diketahui kerap menggunakan pesan video serupa untuk mempengaruhi opini publik di negara-negara yang berseteru dengan Israel. Langkah ini muncul di tengah tekanan internasional yang meningkat untuk mengakhiri konflik dan mengamankan pembebasan sandera Israel yang masih ditahan di Gaza. Situasi kemanusiaan di Gaza yang mengkhawatirkan, dengan ancaman kelaparan, juga menjadi latar belakang seruan tersebut.

