Internationalmedia.co.id melaporkan, serangan siber misterius telah mengguncang sejumlah bandara besar di Eropa, menyebabkan kekacauan dan gangguan penerbangan yang signifikan. Insiden yang dimulai Sabtu lalu dan berlanjut hingga Minggu ini, menyasar sistem check-in dan boarding di beberapa bandara tersibuk di benua biru. Bandara Heathrow di London menjadi salah satu yang paling terdampak, bersama Bandara Brussels dan Berlin. Bahkan Bandara Dublin dan Cork di Irlandia juga turut merasakan dampaknya, meski dalam skala yang lebih kecil.
Sumber masalahnya, menurut keterangan resmi RTX, perusahaan induk Collins Aerospace, adalah perangkat lunak MUSE yang digunakan oleh beberapa maskapai penerbangan di seluruh dunia. Perangkat lunak ini rupanya menjadi sasaran serangan siber, mengakibatkan gangguan pada sistem check-in elektronik dan drop bagasi. Meskipun RTX menyatakan dampaknya terbatas dan dapat diatasi dengan sistem check-in manual, kenyataannya sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan dan mengalami penundaan.

Data dari Cirium, penyedia data penerbangan, menunjukkan setidaknya 29 penerbangan dibatalkan di Heathrow, Berlin, dan Brussels hingga Minggu pagi. Bandara Brussels bahkan mengambil langkah drastis dengan meminta maskapai untuk membatalkan setengah jadwal penerbangan mereka pada Minggu untuk menghindari penumpukan penumpang dan penundaan lebih lanjut. Hal ini mengindikasikan bahwa dampak serangan siber masih terasa hingga akhir pekan.
Pihak berwenang di Brussels melaporkan empat penerbangan dialihkan, dan sebagian besar penerbangan mengalami penundaan. Komisi Eropa sendiri menyatakan belum ada indikasi serangan siber yang meluas dan parah, namun penyelidikan atas penyebab insiden ini masih terus dilakukan. Identitas pelaku serangan siber hingga kini masih menjadi misteri. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru terkait insiden ini.
