Sebuah serangan rudal Rusia berskala besar mengguncang Kyiv, ibu kota Ukraina, pada Kamis (12/2) pagi waktu setempat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa gempuran tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada berbagai bangunan. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, dalam pernyataannya di Telegram, menegaskan bahwa "serangan besar-besaran terhadap ibu kota masih berlangsung."
Menurut Klitschko, serangan tidak pandang bulu, menghantam baik bangunan perumahan maupun non-perumahan di kedua sisi Sungai Dnipro yang membelah kota. Meskipun demikian, laporan awal menyebutkan bahwa jatuhnya pecahan rudal di dekat dua bangunan perumahan di satu distrik tidak menimbulkan kebakaran atau korban jiwa. Tim medis darurat segera dikerahkan ke lokasi kejadian.

Tymur Tkachenko, kepala administrasi militer ibu kota, menambahkan bahwa setidaknya satu serangan telah tercatat di pinggiran timur Kyiv. Suara ledakan keras dilaporkan oleh saksi mata internationalmedia.co.id di seluruh kota. Peringatan serangan udara yang mengkhawatirkan tetap berlaku di Kyiv, serta di kota Dnipro, hingga jauh setelah tengah malam waktu setempat, menandakan situasi yang masih genting.
Tak hanya Kyiv, kota Dnipro di Ukraina tenggara juga turut menjadi sasaran gempuran. Gubernur setempat, Oleksandr Ganzha, melalui saluran Telegram-nya, melaporkan bahwa sejumlah rumah pribadi dan kendaraan mengalami kerusakan. Beruntungnya, belum ada indikasi adanya korban jiwa yang dilaporkan dari wilayah ini.
Serangan besar-besaran Rusia ini terjadi sehari setelah Ukraina melancarkan serangkaian serangan balasan. Pada Rabu (11/2) malam, serangan udara Ukraina berhasil menghantam kilang minyak di Volgograd, Rusia, memicu kebakaran besar, sebagaimana dikonfirmasi oleh militer Ukraina melalui platform Facebook. Selain itu, juru bicara militer Ukraina untuk wilayah selatan, Vladyslav Voloshyn, menegaskan kepada kantor berita Ukrinform bahwa pasukannya masih memegang kendali atas Zaliznychne di wilayah garis depan Zaporizhia, menyangkal klaim Rusia yang menyatakan telah menduduki pemukiman tersebut.
Di wilayah Belgorod, Rusia, serangan Ukraina juga dilaporkan menewaskan seorang warga sipil dan melukai setidaknya tujuh orang lainnya, menurut pejabat setempat yang dikutip oleh kantor berita TASS. Serangan tersebut turut merusak infrastruktur air vital, mengakibatkan terputusnya pasokan air di beberapa desa di distrik Borisovsky dan Rakityansky, Belgorod, yang berlokasi strategis dekat perbatasan Rusia dengan Ukraina, demikian disampaikan oleh perusahaan air wilayah tersebut di Telegram.
Ketegangan di perbatasan dan wilayah konflik antara Ukraina dan Rusia diperkirakan akan terus meningkat menyusul serangkaian insiden ini.

