Internationalmedia.co.id melaporkan insiden serangan rudal terhadap kapal tanker di Laut Merah yang diklaim dilakukan oleh kelompok Houthi di Yaman. Serangan ini terjadi setelah kematian Perdana Menteri Houthi, Ahmed Ghaleb Nasser Al-Rahawi, yang diklaim tewas dalam serangan Israel.
Menurut laporan, kelompok Houthi mengklaim telah berhasil menargetkan kapal tanker berbendera Liberia bernama Scarlet Ray. Namun, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyatakan serangan tersebut meleset. Ambrey, perusahaan keamanan maritim, menambahkan bahwa kapal tanker yang menjadi sasaran adalah milik Israel. UKMTO mencatat awak kapal melihat percikan di dekat kapal dan mendengar ledakan, namun semua awak selamat dan kapal melanjutkan pelayaran.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Kematian Al-Rahawi telah memicu penangkapan puluhan orang di Sanaa dan daerah lainnya oleh Houthi atas tuduhan bekerja sama dengan Israel. Lebih lanjut, kelompok tersebut juga menyerbu markas PBB dan menahan setidaknya 11 pekerja PBB, sebuah tindakan yang dikecam keras oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Houthi sendiri mengklaim telah menangkap jaringan mata-mata Amerika-Israel yang beroperasi di bawah kedok organisasi kemanusiaan, klaim yang dibantah PBB. Situasi ini semakin memperumit konflik yang sudah berlangsung lama di Yaman dan wilayah sekitarnya. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi ini.
