Jakarta – Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Partai Hanura menyuarakan harapannya agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu dapat segera disahkan. Targetnya, regulasi krusial ini bisa rampung paling lambat akhir tahun 2026, sebuah langkah yang dinilai vital untuk kelancaran persiapan Pemilu 2029 mendatang.
Patrice Rio Capella, Ketua Tim Task Force sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, menekankan pentingnya penetapan RUU tersebut. "Saya pikir akhir tahun 2026, serentak dengan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, saya pikir bisa diputuskan dalam sidang terakhir sebelum tutup tahun 2026," ungkap Rio Capella pada Jumat (4/9/2026). Ia menambahkan, pengesahan di waktu tersebut akan membuka jalan bagi proses pemilihan dan seleksi penyelenggara pemilu, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), yang dapat dimulai sejak tahun 2027.

Rio Capella juga menyuarakan kekhawatirannya terhadap potensi pembahasan RUU Pemilu yang dilakukan secara terburu-buru atau ‘injury time’ menjelang Pemilu 2029. Hanura mendesak agar pembahasan ini digelar secara transparan dan melibatkan seluruh spektrum partai politik. "Jangan sampai seperti isu yang beredar, ada isu yang mengatakan bahwa RUU tersebut akan diputuskan injury time. Ketika injury time itu terjadi, saya pikir bisa sedikit menghambat proses pemilu," jelasnya.
Menurut Rio, penundaan keputusan hingga menit-menit terakhir dapat mengganggu tahapan krusial pasca-pengesahan, termasuk pembentukan KPU dan Bawaslu dari tingkat pusat hingga kecamatan di seluruh Indonesia. "Oleh karena itu, menurut saya lebih bijak dan lebih arif kalau DPR bisa lebih awal atau lebih cepat memutuskan RUU Pemilu," sambungnya, menekankan urgensi tindakan proaktif dari lembaga legislatif.
Meskipun demikian, Hanura menegaskan penghormatan penuh terhadap proses pembahasan RUU Pemilu yang sedang bergulir di DPR. Partai ini tetap berharap agar undang-undang tersebut dapat disahkan dalam tahun ini. "Hanura tidak mengkhawatirkan kapan pun itu diputuskan. Mau injury time, sepanjang masih dalam timeline RUU, bagi Hanura tidak ada masalah. Tetapi lebih arif kalau dari awal dipersiapkan dengan matang dan diputuskan tidak pada injury time. Kalau diputuskan pada injury time pun, Hanura siap," pungkas Rio, menegaskan kesiapan partainya menghadapi berbagai skenario, namun tetap mengedepankan efisiensi dan perencanaan matang.
