Serangan rudal terbaru Iran yang menghantam sebuah rumah sakit di Israel memicu kemarahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Internationalmedia.co.id melaporkan, Iran membantah menargetkan fasilitas kesehatan tersebut. Mereka mengklaim bahwa serangan yang terjadi Kamis (18/6) itu bertujuan untuk menghantam pangkalan militer dan intelijen Israel.
Setidaknya 47 orang terluka akibat rentetan rudal yang juga menghantam dua kota dekat Tel Aviv. IRNA, kantor berita pemerintah Iran, menyatakan bahwa target utama serangan adalah Pangkalan Intelijen dan Komando Angkatan Darat Israel (IDF C4I) serta Kamp Intelijen Angkatan Darat di Gav-Yam Technology Park, yang berlokasi dekat Rumah Sakit Soroka. Mereka menegaskan rumah sakit tersebut hanya terkena dampak ledakan, dan target sebenarnya adalah fasilitas militer.

Netanyahu melalui media sosial X mengecam keras serangan tersebut dan mengancam akan memberikan balasan. Ia menyebut Iran sebagai "diktator teroris" dan berjanji akan membuat Teheran "membayar harga yang mahal". Sentimen serupa diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Sharren Haskel, yang menyebut serangan itu disengaja dan kriminal, serta menargetkan warga sipil. Haskel mendesak dunia internasional untuk menyuarakan keprihatinannya.
Pihak berwenang Israel melaporkan bahwa serangan tersebut melibatkan puluhan rudal balistik. Magen David Adom (MDA), layanan penyelamatan Israel, mengkonfirmasi puluhan korban luka akibat serangan tersebut. Peristiwa ini kembali meningkatkan ketegangan antara Iran dan Israel.
