Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak dengan insiden tragis. Internationalmedia.co.id – News melaporkan sebuah serangan udara yang dilancarkan Israel ke kota Ghazieh, Lebanon selatan, telah menelan korban jiwa sedikitnya tujuh orang dan melukai 33 lainnya. Insiden memilukan ini terjadi hanya beberapa jam sebelum kesepakatan gencatan senjata 10 hari antara kedua negara dijadwalkan berlaku efektif, memicu kekhawatiran akan keberlanjutan upaya perdamaian.
Media pemerintah Lebanon dengan tegas menggambarkan insiden tersebut sebagai ‘pembantaian terhadap warga sipil’ di kota yang damai itu, sembari mencatat bahwa operasi pembersihan puing-puing pasca-serangan masih terus berlangsung. Sementara itu, Kementerian Kesehatan setempat mengonfirmasi angka korban tewas mencapai tujuh orang, dengan penekanan bahwa jumlah ini bersifat ‘pendahuluan dan belum final’, mengindikasikan potensi peningkatan korban.

Di tengah eskalasi ini, kabar mengenai gencatan senjata justru datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui platform Truth Social, Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan permusuhan selama 10 hari. "Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel," ujar Trump, seperti dikutip oleh internationalmedia.co.id pada Kamis (16/4).
Trump lebih lanjut menjelaskan bahwa gencatan senjata tersebut akan mulai berlaku pada pukul 5 sore waktu EST Amerika Serikat. Ia menekankan pentingnya langkah ini sebagai fondasi menuju stabilitas. "Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 5 sore EST," tambah Trump, menyoroti harapan akan meredanya konflik yang telah berlangsung.
Insiden terbaru di Ghazieh ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar mengenai implementasi dan keberlanjutan gencatan senjata yang baru saja disepakati, mengingat darah yang tumpah hanya beberapa jam sebelum kesepakatan itu seharusnya membawa ketenangan.

