Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah sebuah rudal yang diyakini berasal dari Iran dilaporkan menghantam wilayah Dimona di Israel, sebuah kota yang dikenal sebagai lokasi fasilitas nuklir strategis. Insiden yang terjadi pada Sabtu (21/3) waktu setempat ini menyebabkan puluhan orang terluka dan kerusakan signifikan pada beberapa bangunan. Serangan tersebut diklaim oleh Iran sebagai aksi balasan atas agresi terhadap situs nuklir mereka.
Pihak militer Israel mengonfirmasi insiden tersebut, merinci bahwa serangan rudal secara langsung mengenai sebuah struktur bangunan di Dimona, kota yang berada di gurun Negev. Laporan dari AFP pada Minggu (22/3) mengindikasikan bahwa dampak serangan tersebut cukup serius.

Sementara itu, media penyiaran pemerintah Iran dengan cepat mengklaim bahwa serangan yang dilancarkan ke kota-kota di Israel merupakan respons langsung terhadap agresi yang menargetkan kompleks pengayaan Natanz di Iran. Sebelumnya pada hari yang sama, Organisasi Energi Atom Iran telah mengumumkan bahwa fasilitas Natanz menjadi target serangan, namun mereka menegaskan tidak ada laporan mengenai kebocoran material radioaktif.
Dampak serangan di Israel terlihat jelas di kota Arad, yang terletak sekitar 25 kilometer (15 mil) di timur laut Dimona. Petugas pemadam kebakaran Israel mengonfirmasi adanya kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan di pusat kota, tepat di antara area permukiman. Menanggapi insiden di kota Arad, dinas terkait menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam langsung pusat kota dan menegaskan bahwa ini adalah serangan langsung.
Tayangan media Israel memperlihatkan kondisi bangunan-bangunan yang rusak parah di Arad. Tim medis Israel melaporkan sekitar 30 warga terluka di kota tersebut. Insiden ini terjadi setelah pihak kepolisian mengumumkan adanya puing-puing yang berjatuhan, menyusul peringatan dini akan serangan yang diyakini berasal dari Iran.
Sebelumnya, Iran menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz. Organisasi energi atom Republik Islam tersebut melaporkan bahwa agresi ini terjadi di tengah perayaan Idulfitri. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Tasnim dan dilansir AFP pada Sabtu (21/3), organisasi tersebut menyebutkan, "Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang merebut kekuasaan terhadap negara kami, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini." Mereka menambahkan bahwa "tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang dilaporkan" di wilayah Iran tengah tersebut.

