Internationalmedia.co.id melaporkan, China baru saja memamerkan kekuatan militernya yang menakjubkan dalam parade akbar di Lapangan Tiananmen, Beijing. Acara peringatan 80 tahun kemenangan atas Jepang ini tak hanya dihadiri 26 kepala negara, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, tetapi juga menjadi panggung bagi debut rudal nuklir antarbenua terbaru mereka: Dongfeng-5C (DF-5C).
Rudal ini, menurut klaim pihak berwenang, mampu menjangkau seluruh penjuru dunia, termasuk Amerika Serikat dan Eropa Barat. Kemampuan tersebut diungkap berbagai media internasional seperti BBC dan The Economic Times. Selain DF-5C, parade militer tersebut juga menampilkan beragam teknologi militer canggih lainnya, mulai dari kendaraan luncur hipersonik hingga drone anjing robotik.

Analis pertahanan Alexander Neill, yang dikutip BBC, mengatakan DF-5C memiliki jangkauan lebih jauh dan daya angkut lebih besar dibanding pendahulunya, bahkan mampu membawa hingga 12 hulu ledak nuklir. Rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar cair dua tahap ini diluncurkan dari silo bawah tanah, dirancang sebagai senjata pencegah strategis, dan menurut Neill, mampu menargetkan daratan AS.
Pandangan Neill diperkuat oleh Profesor Yang Chengjun, pakar teknologi rudal dan senjata nuklir yang berbicara kepada The Global Times. Yang menyatakan DF-5C memiliki jangkauan lebih dari 20.000 kilometer, memungkinkan serangan ke seluruh dunia. Ia juga menambahkan bahwa rudal ini memiliki waktu persiapan dan respons yang lebih cepat dibanding seri DF-5 sebelumnya. Dengan DF-5C, China mengklaim memiliki kemampuan untuk membalas serangan nuklir terhadap siapapun yang mengancam. Parade militer ini jelas menunjukkan ambisi dan kekuatan militer China yang semakin berkembang pesat di panggung dunia.

