Internationalmedia.co.id melaporkan kabar mengejutkan dari Timur Tengah. Militer Israel mengklaim telah berhasil membunuh Behnam Shahriyari, komandan kedua pasukan elit Quds, Korps Garda Revolusi Islam Iran. Serangan yang dilakukan semalam itu, menurut pernyataan pasukan pertahanan Israel yang dikutip internationalmedia.co.id, menarget Shahriyari saat ia tengah berkendara di Iran Barat. Angkatan Udara Israel disebut sebagai eksekutor serangan tersebut.
Shahriyari, yang juga dikenai sanksi oleh Amerika Serikat, dianggap bertanggung jawab atas pengiriman senjata dari Iran ke berbagai kelompok proksinya di Timur Tengah. Bertahun-tahun lamanya, ia disebut terlibat dalam mempersenjatai sejumlah organisasi militan. Pemerintah Inggris bahkan menuding keterlibatannya dalam aktivitas permusuhan yang dilakukan kelompok bersenjata dukungan Iran, yang dinilai ikut mendestabilisasi situasi di Israel, Irak, Yaman, dan Lebanon.

Pasukan Quds sendiri merupakan bagian dari IRGC yang bertugas menjalankan operasi di luar Iran dan berkoordinasi dengan kelompok-kelompok militan sekutu, seperti Hizbullah dan Hamas. Keberhasilan ini menyusul tewasnya Saeed Izadi, komandan Quds lainnya, yang juga diklaim telah dihabisi IDF (Israel Defense Forces) sebelumnya.
Juru bicara IDF, Ephraim Defrin, menyebut Shahriyari dan Izadi sebagai figur kunci dalam upaya Iran untuk memicu konflik di wilayah Israel. Defrin juga mengungkapkan bahwa Angkatan Udara Israel terus melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir di Isfahan, Iran. Ia memperingatkan kemungkinan konflik berkepanjangan dan meminta masyarakat Israel bersiap menghadapi situasi yang sulit. Defrin menegaskan, militer Israel akan terus melancarkan serangan hingga ancaman yang dianggap ada benar-benar hilang.
