Internationalmedia.co.id melaporkan, ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas. Teheran mengumumkan penangkapan sedikitnya 46 orang yang diduga terlibat mata-mata untuk Israel sejak pertengahan Juni. Penangkapan massal ini terjadi di tengah meningkatnya aksi saling serang udara antara kedua negara.
Informasi yang diperoleh internationalmedia.co.id dari berbagai sumber menyebutkan, 22 orang ditangkap di Provinsi Qom karena dituduh terkait badan intelijen Israel, mengganggu opini publik, dan mendukung apa yang disebut Iran sebagai "rezim kriminal". Kepala intelijen kepolisian Provinsi Qom menyampaikan informasi ini melalui kantor berita Fars. Sementara itu, berdasarkan laporan kantor berita Tasnim, 24 orang lainnya ditangkap di Teheran karena diduga memata-matai untuk Israel secara daring dan luring, serta berupaya merusak citra Republik Islam Iran. Komandan Kepolisian Teheran Barat, Kiumars Azizi, mengkonfirmasi penangkapan tersebut.

Yang mengejutkan, seorang warga negara Eropa juga turut ditangkap atas tuduhan spionase. Identitas dan detail penangkapan warga negara Eropa tersebut masih dirahasiakan oleh pihak berwenang Iran. Kantor berita Tasnim menyebutkan penangkapan ini dilakukan oleh cabang intelijen Garda Revolusi Iran di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, terkait dengan serangan Israel pada 13 Juni lalu.
Iran kerap mengumumkan penangkapan tersangka mata-mata, beberapa di antaranya bahkan telah dieksekusi. Menurut Iran Human Rights, LSM berbasis di Norwegia, jumlah penangkapan terkait tuduhan bekerja sama dengan Israel mungkin jauh lebih tinggi dari angka resmi yang dipublikasikan, diperkirakan mencapai 223 orang di seluruh wilayah Iran. Angka ini hanya merupakan perkiraan, dan angka sebenarnya bisa jauh lebih besar. Situasi ini semakin memperkeruh hubungan yang sudah tegang antara Iran dan Israel.
