Pertemuan puncak antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping di Beijing, jelang parade militer memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, menyimpan misteri. Internationalmedia.co.id melaporkan, Putin memuji hubungan kedua negara sebagai yang "belum pernah terjadi sebelumnya". Pertemuan ini terjadi Selasa (2/9) lalu, sebelum parade militer besar-besaran yang dihadiri sekitar dua lusin pemimpin dunia, termasuk Kim Jong Un dari Korea Utara.
Putin menekankan kerja sama erat Rusia-China, mengatakan, "Kita selalu bersama saat itu, dan kita tetap bersama sekarang." Xi Jinping pun mengamini, menyebut hubungan kedua negara telah melewati ujian perubahan internasional dan siap bekerja sama untuk "mempromosikan pembangunan sistem tata kelola global yang lebih adil dan masuk akal". Pertemuan ini menjadi sorotan mengingat deklarasi "kemitraan tanpa batas" kedua negara sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Kunjungan Kim Jong Un ke China, yang pertama sejak 2019, menambah intrik pertemuan ini. Anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong Kweun, mengungkap informasi intelijen yang menyebutkan Kim Jong Un akan bertemu Xi dan Putin. Pertemuan puncak di sela-sela Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin sebelumnya juga menampilkan kritik tajam dari China dan Rusia terhadap pemerintah Barat. Xi mengecam "perilaku bullying" negara-negara tertentu, sementara Putin membela invasi ke Ukraina dan menyalahkan Barat. Pertemuan ini jelas menunjukkan semakin eratnya hubungan Rusia dan China di tengah gejolak geopolitik global.

