Pengakuan mengejutkan datang dari Kepala Mossad, David Barnea. Melalui video yang disebarluaskan, seperti yang dikutip Internationalmedia.co.id dari AFP, Barnea menyampaikan terima kasih kepada CIA atas bantuan signifikan dalam operasi gabungan selama perang 12 hari melawan Iran yang baru saja berakhir. Pernyataan ini terbilang langka, mengingat Barnea jarang muncul di publik.
Dalam video tersebut, Barnea tak hanya memuji kinerja agen-agen Mossad yang telah membuat Israel "lebih aman, lebih kuat, dan lebih siap untuk masa depan," tetapi juga secara khusus menyebut CIA sebagai "mitra utama" yang berperan krusial dalam keberhasilan operasi tersebut. Ia bahkan menyampaikan apresiasi kepada Direktur CIA atas dukungannya dalam pengambilan keputusan strategis. "Saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi saya kepada mitra utama kami — CIA — atas aksi dan operasi gabungan yang dilaksanakan secara sukses," tegas Barnea.

Serangan Israel yang dimulai 13 Juni lalu menyasar fasilitas rudal dan nuklir Iran, bahkan hingga tokoh militer senior dan ilmuwan nuklir. Para analis menilai keberhasilan operasi ini menunjukkan kemampuan Mossad menembus pertahanan Iran, meski sejauh mana bantuan CIA masih menjadi misteri. Keterlibatan militer AS juga tersirat, dengan bantuan dalam menangkal serangan rudal Iran dan dukungan Presiden Donald Trump melalui serangan bom penghancur bunker skala besar ke fasilitas nuklir Iran.
Meskipun gencatan senjata telah disepakati sejak 24 Juni, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan komitmen Israel untuk mencegah Iran membangun kembali program nuklirnya. Pernyataan Barnea ini membuka tabir kerjasama intelijen tingkat tinggi yang selama ini dirahasiakan, dan menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai detail operasi gabungan tersebut.
