Serangan udara yang dilakukan Israel di Qom, Iran, telah menewaskan seorang komandan senior Garda Revolusi Iran, Saeed Izadi. Internationalmedia.co.id melaporkan, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim bertanggung jawab atas operasi tersebut. Izadi, yang juga merupakan koordinator militer utama antara Iran dan Hamas, tewas dalam serangan yang menghantam sebuah apartemen di wilayah Qom.
Katz menyebut kematian Izadi sebagai "pencapaian besar" bagi intelijen dan Angkatan Udara Israel. Ia menambahkan bahwa Izadi berperan penting dalam mendanai dan mempersenjatai Hamas selama konflik di Jalur Gaza. Serangan ini terjadi di tengah perang udara sengit antara Israel dan Iran yang telah berlangsung selama sepekan terakhir.

Pihak Iran sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, laporan media Iran menyebutkan serangan lain di Qom yang menewaskan seorang remaja dan melukai dua orang lainnya. Laporan lain juga menyebutkan serangan terhadap fasilitas nuklir di Isfahan, meskipun klaim ini dibantah oleh Iran.
Izadi, yang sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat dan Inggris karena keterlibatannya dengan Hamas dan Jihad Islam, merupakan tokoh kunci dalam Pasukan Quds, sayap luar negeri Garda Revolusi Iran. Pasukan Quds diketahui memiliki jaringan luas di Timur Tengah, termasuk dukungan terhadap Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza. Kematian Izadi dinilai akan memberikan pukulan signifikan terhadap jaringan tersebut.
Serangan Israel ini menambah kompleksitas situasi geopolitik di Timur Tengah yang sudah tegang. Perang udara antara Israel dan Iran, ditambah dengan kematian Izadi, meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru.
