Internationalmedia.co.id memberitakan rencana pemakaman kenegaraan besar-besaran di Teheran, Iran. Upacara penghormatan terakhir ini akan digelar Sabtu (28/6) untuk para komandan militer senior dan ilmuwan nuklir Iran yang gugur dalam konflik 12 hari dengan Israel. IRNA, kantor berita resmi Iran, mengumumkan seremoni tersebut akan dimulai pukul 08.00 waktu setempat.
Pemakaman ini digelar setelah gencatan senjata diumumkan Selasa (24/6) lalu, berkat mediasi Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, serangan udara besar-besaran Israel pada 13 Juni menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Hossein Salami, Kepala Garda Revolusi Iran yang dekat dengan Ayatollah Ali Khamenei. Jenazah Salami sendiri akan dimakamkan Kamis (26/6) di wilayah Iran tengah.

Konflik tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi Iran. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 610 warga sipil tewas dan lebih dari 4.700 lainnya luka-luka akibat serangan Israel. Sementara itu, Israel mengklaim korban jiwa di negaranya mencapai 28 orang. Meskipun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kemenangan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Iran akan tetap mempertahankan haknya atas penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai. Misteri di balik pemakaman akbar ini masih menjadi sorotan dunia.
