Pengumuman mengejutkan Presiden Trump terkait gencatan senjata antara Iran dan Israel mendapat bantahan keras dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Internationalmedia.co.id mengutip laporan Al Jazeera, Araghchi menegaskan belum ada kesepakatan resmi terkait gencatan senjata tersebut. Pernyataan Araghchi ini langsung membantah klaim Trump yang sebelumnya menyatakan telah tercapai kesepakatan gencatan senjata total antara kedua negara.
Araghchi memberikan syarat tegas untuk penghentian serangan Iran. Ia menyatakan Iran siap menghentikan serangannya jika Israel terlebih dahulu menghentikan agresi terhadap rakyat Iran sebelum pukul 4 pagi waktu Teheran. Keputusan final mengenai penghentian operasi militer, menurut Araghchi, akan diputuskan kemudian. Pernyataan ini jelas kontras dengan pernyataan Trump di platform Truth Social yang menyebut kesepakatan gencatan senjata telah sepenuhnya disepakati.

Trump sebelumnya mengklaim gencatan senjata akan berlangsung bertahap selama 24 jam, dimulai pukul 04.00 GMT, dengan Iran menghentikan serangannya secara sepihak. Israel, menurut klaim Trump, akan mengikuti 12 jam kemudian. Namun, hingga saat ini, baik Israel maupun Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait pernyataan Trump tersebut. Kejelasan mengenai status gencatan senjata ini masih menjadi teka-teki, sementara dunia menunggu perkembangan selanjutnya.
