Internationalmedia.co.id memberitakan pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, atas dukungannya dalam konflik udara terbaru dengan Iran. Netanyahu menyebut Trump sebagai "sahabat baik" Israel. Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu melalui siaran televisi menyusul pertempuran besar yang dimulai Jumat (13/6/2025), dimana Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal dan drone.
Netanyahu menekankan rasa terima kasihnya atas dukungan AS dalam mempertahankan wilayah udara Israel. Ia juga menjelaskan bahwa Israel menyerang Iran dengan kekuatan besar, menyasar program nuklir, fasilitas militer, dan simbol-simbol kekuatan Iran. Meskipun mengakui adanya "kerugian yang menyakitkan" di pihak Israel, Netanyahu menegaskan bahwa garis depan tetap kokoh dan Israel lebih kuat dari sebelumnya.

Berdasarkan laporan kantor Netanyahu, sedikitnya 24 warga Israel tewas dan ratusan lainnya terluka sejak dimulainya konflik. Sementara itu, Iran melaporkan angka korban jiwa yang jauh lebih tinggi, yaitu sedikitnya 224 orang, termasuk komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil. Angka tersebut disampaikan Iran pada Minggu (15/6/2025), dan belum diperbaharui hingga saat ini. Media Israel sendiri berada di bawah pembatasan ketat sensor militer terkait pelaporan serangan udara Iran. Pernyataan Netanyahu ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai dinamika hubungan AS-Israel dan implikasi global dari konflik tersebut.
