Pernyataan mengejutkan datang dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Internationalmedia.co.id melaporkan, Trump menyatakan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dapat mengakhiri perang dengan Rusia jika ia mau. Namun, Trump menegaskan dua hal krusial: Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO, dan Crimea tidak akan dikembalikan ke Ukraina. Pernyataan ini disampaikan beberapa jam sebelum Trump menjamu Zelensky di Gedung Putih.
Trump menulis di platform Truth Social, "Presiden Zelensky dari Ukraina dapat segera mengakhiri perang dengan Rusia, jika ia mau, atau ia dapat terus berjuang." Ia menambahkan, "Tidak ada pengembalian Crimea yang diberikan oleh Obama dan TIDAK ADA UKRAINA MASUK NATO. Beberapa hal tidak pernah berubah!!!" Pernyataan ini muncul setelah pertemuan puncak Trump dengan Vladimir Putin di Alaska, yang berujung pada penolakan Trump terhadap gencatan senjata dan seruannya untuk kesepakatan damai permanen.

Pernyataan Trump ini bertolak belakang dengan kesepakatan NATO yang telah menetapkan "jalur yang tidak dapat diubah" bagi Ukraina untuk menjadi anggota aliansi tersebut. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, akan bertemu Zelensky di Washington untuk membahas masa depan Ukraina.
Menanggapi pernyataan Trump, Zelensky menyatakan rasa syukurnya atas undangan ke Gedung Putih dan menekankan perlunya jaminan keamanan yang efektif dari sekutu, berbeda dengan jaminan yang dianggap gagal pada tahun 1994. Zelensky juga menegaskan penolakan Ukraina untuk menyerahkan Crimea, Kyiv, Odesa, atau Kharkiv. Pernyataan Trump dan tanggapan Zelensky ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan negosiasi perdamaian Ukraina-Rusia.

