Internationalmedia.co.id Kremlin mengumumkan bahwa persiapan untuk pertemuan puncak antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan segera dimulai. Pengumuman ini muncul setelah percakapan telepon yang diklaim Kremlin berlangsung "sangat jujur dan penuh kepercayaan" antara kedua pemimpin.
Menurut ajudan utama Putin, Yuri Ushakov, lokasi pertemuan puncak yang potensial telah dibahas. "Telah disepakati bahwa perwakilan kedua negara akan segera mulai menyelenggarakan pertemuan puncak yang dapat digelar, misalnya, di Budapest," ujarnya kepada wartawan.

Ushakov menambahkan bahwa ide untuk mengadakan pertemuan di Budapest, ibu kota Hungaria, diusulkan oleh Trump dan langsung disetujui oleh Putin. Percakapan telepon selama 2,5 jam tersebut, yang diklaim sebagai inisiatif Rusia, membahas berbagai isu penting.
Pembicaraan ini terjadi di tengah upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik di Ukraina, yang mengalami penurunan intensitas dalam dua bulan terakhir setelah pertemuan puncak Putin-Trump di Alaska pada 15 Agustus lalu tidak menghasilkan hasil signifikan.
Dalam percakapan tersebut, Putin kembali menegaskan bahwa pasokan rudal jarak jauh Tomahawk AS ke Ukraina tidak akan mengubah situasi di medan perang, tetapi justru akan merusak hubungan bilateral dan menghambat prospek penyelesaian damai.
Kremlin mengklaim bahwa Trump berjanji akan mempertimbangkan masukan Putin sebelum bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Washington DC.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina, di mana Moskow meningkatkan serangan terhadap kota-kota Ukraina, sementara Kyiv membalas dengan serangan udara terhadap kilang minyak Rusia.
