Internationalmedia.co.id – News Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah serangkaian serangan udara Israel menghantam berbagai sasaran di wilayah Palestina. Insiden terbaru ini dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk anggota kepolisian, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang berkelanjutan.
Menurut laporan badan pertahanan sipil Gaza, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah otoritas Hamas, lima individu kehilangan nyawa dan beberapa lainnya mengalami luka-luka ketika sebuah serangan udara Israel menargetkan sebuah kendaraan polisi di area Al-Mawasi, kota Khan Yunis bagian selatan. Serangan ini menambah daftar panjang korban sipil dan aparat keamanan di wilayah tersebut.

Tak lama berselang, sebuah insiden tragis lainnya terjadi di Gaza utara, di mana artileri Israel menghantam permukiman warga dekat rumah sakit Kamal Adwan. Akibatnya, seorang wanita dan seorang anak dilaporkan tewas, sementara lima orang lainnya menderita luka-luka. Peristiwa ini menyoroti dampak serangan terhadap warga sipil yang tidak bersalah.
Serangan ketiga yang dikonfirmasi melibatkan sebuah pesawat tempur Israel yang menargetkan patroli polisi lain di pusat Kota Gaza, menewaskan dua petugas dan melukai dua lainnya. Pihak rumah sakit Al-Shifa dan Nasser di Gaza telah mengonfirmasi jumlah korban jiwa dari insiden ini.
Hingga berita ini diturunkan, militer Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden-insiden tersebut. Serangan ini terjadi di tengah gencatan senjata yang sebagian besar telah berlaku sejak Oktober 2023, menyusul pecahnya konflik besar pasca-serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Meskipun demikian, kekerasan sporadis terus berlanjut.
Kementerian Kesehatan Gaza, yang berada di bawah otoritas Hamas dan datanya dianggap kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mencatat setidaknya 792 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata dimulai. Di sisi lain, militer Israel melaporkan lima tentaranya gugur di Gaza dalam periode yang sama. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesepakatan gencatan senjata, perdamaian yang berkelanjutan masih jauh dari harapan.