Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya memecah keheningan mengenai kondisi kesehatannya pasca-operasi pengangkatan kanker prostat. Dalam pernyataan yang dirilis Internationalmedia.co.id – News, ia memastikan bahwa dirinya dalam keadaan sangat baik dan masalah medis tersebut telah tuntas tertangani.
Netanyahu menjelaskan, temuan kanker ini terdeteksi saat pemeriksaan rutin menyusul operasi pembesaran prostat jinak yang ia jalani pada tahun 2024. Dokter menemukan adanya tumor kecil yang ukurannya kurang dari satu sentimeter. "Perawatan yang dilakukan telah sepenuhnya mengatasi masalah ini dan tidak meninggalkan jejak apapun," tegas Netanyahu melalui unggahan di platform X pada Jumat lalu.

PM Netanyahu juga memberikan klarifikasi mengenai alasan di balik penundaan pengumuman kondisi kesehatannya kepada publik. Ia mengungkapkan bahwa permintaan penundaan tersebut bertujuan untuk menghindari tumpang tindih dengan periode ketegangan tinggi antara Israel dan Iran, serta untuk membendung potensi propaganda yang mungkin muncul dari situasi tersebut.
Menekankan prinsipnya dalam menghadapi masalah kesehatan, Netanyahu menyatakan komitmennya untuk bertindak cepat. "Ketika saya mendapatkan informasi yang akurat dan tepat waktu mengenai potensi bahaya, saya selalu ingin segera menanganinya," ujarnya. Ia menambahkan bahwa prinsip ini berlaku tidak hanya dalam urusan pribadi, tetapi juga dalam konteks penanganan isu-isu di tingkat nasional.
Pengungkapan kondisi kesehatan ini datang pada saat yang krusial, menjelang rencana kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih dalam beberapa minggu mendatang. Kunjungan ini diperkirakan akan fokus pada upaya Amerika Serikat untuk memfasilitasi kesepakatan perdamaian jangka panjang di tengah konflik Israel-Iran. Di sisi lain, Internationalmedia.co.id juga melaporkan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, yang melibatkan kelompok Hizbullah, telah diperpanjang untuk tiga pekan ke depan.
