Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Petaka Tambang Lubang Tikus India Renggut Belasan Nyawa
Trending Indonesia

Petaka Tambang Lubang Tikus India Renggut Belasan Nyawa

GunawatiBy Gunawati06-02-2026 - 07.45Tidak ada komentar2 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Petaka Tambang Lubang Tikus India Renggut Belasan Nyawa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sebuah tragedi memilukan melanda negara bagian Meghalaya, India timur laut, di mana setidaknya 18 nyawa melayang akibat ledakan dahsyat di sebuah tambang batu bara ilegal. Insiden ini juga menyebabkan sejumlah penambang lainnya mengalami luka-luka, demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News.

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa 18 jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, sementara delapan korban luka-luka kini mendapatkan perawatan. Manish Kumar, seorang pejabat tinggi di distrik East Jaintia Hills, area tempat ledakan terjadi, menyatakan bahwa operasi pencarian sempat dihentikan saat matahari terbenam dan akan dilanjutkan pada Jumat pagi. Tim penyelamat terus menggali puing-puing untuk memastikan tidak ada lagi penambang yang terjebak di dalam.

Petaka Tambang Lubang Tikus India Renggut Belasan Nyawa
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kumar menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan ‘tambang lubang tikus ilegal’. Metode penambangan ini melibatkan penggalian lubang vertikal yang dalam, seringkali di lereng bukit, yang kemudian bercabang menjadi terowongan-terowongan sempit untuk mengakses dan mengambil batu bara atau mineral lainnya. Meskipun Pengadilan Lingkungan Federal telah melarang praktik penambangan lubang tikus di Meghalaya sejak tahun 2014, menyusul keluhan masyarakat tentang pencemaran sumber air dan risiko keselamatan, aktivitas ilegal ini masih marak terjadi di berbagai wilayah negara bagian, khususnya di East Jaintia Hills.

Vikash Kumar, Kepala Kepolisian Distrik, menduga kuat bahwa ledakan tersebut dipicu oleh dinamit. Ia menambahkan bahwa investigasi forensik mendalam sedang berlangsung untuk memastikan penyebab pasti. "Setelah ledakan, api berkobar dan sejumlah besar gas beracun terakumulasi di dalam tambang," jelas Vikash Kumar, menggambarkan kondisi mengerikan pasca-insiden.

Menanggapi insiden tragis ini, Menteri Utama Meghalaya, Conrad K. Sangma, telah memerintahkan ‘penyelidikan komprehensif’ dan berjanji akan ada pertanggungjawaban atas kelalaian yang mungkin terjadi. Perdana Menteri Narendra Modi juga menyampaikan rasa duka cita mendalam. Melalui pernyataan di media sosial, Modi mengungkapkan, "Sedih atas kecelakaan ini. Belasungkawa tulus kepada mereka yang kehilangan orang yang dicintai. Semoga yang terluka segera pulih." Sebagai bentuk dukungan, keluarga korban meninggal dunia akan menerima kompensasi sebesar 200.000 rupee, atau setara dengan sekitar 2.216 dolar AS.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Iran Punya Syarat Mengejutkan untuk AS

26-03-2026 - 12.15

Iran Siap Akhiri Perang Tapi Ini Syaratnya

26-03-2026 - 12.00

Trump Sebut Iran Takut Mati Jika Berunding

26-03-2026 - 10.15

Israel Terus Maju Hizbullah Tolak Menyerah

26-03-2026 - 10.00

Iran Buka Hormuz Siapa Saja Boleh Lewat Kecuali Ini

26-03-2026 - 07.15

Trump Sodorkan Gencatan Senjata Iran Beri Balasan Menohok

26-03-2026 - 07.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.