Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Perang Rusia-Ukraina Berlarut, Trump Salahkan Zelensky?
Trending Indonesia

Perang Rusia-Ukraina Berlarut, Trump Salahkan Zelensky?

GunawatiBy Gunawati25-04-2025 - 04.30Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Perang Rusia-Ukraina Berlarut, Trump Salahkan Zelensky?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Berita mengejutkan datang dari Internationalmedia.co.id. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kecaman keras terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Trump menyalahkan penolakan Zelensky mengakui pendudukan Rusia di Krimea sebagai penyebab utama kegagalan negosiasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Trump bahkan mengklaim kesepakatan damai nyaris tercapai, namun Zelensky dianggap terlalu sulit diajak bernegosiasi. Pernyataan Trump ini tentu memicu spekulasi baru di tengah konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Selain itu, sejumlah peristiwa internasional lain juga menyita perhatian dunia. Perdana Menteri India, Narendra Modi, bersumpah akan memburu para pelaku serangan teror di Kashmir hingga ke ujung bumi. Serangan tersebut menewaskan 26 orang dan memicu kemarahan publik India. Modi menegaskan komitmennya untuk memberikan keadilan bagi para korban.

Perang Rusia-Ukraina Berlarut, Trump Salahkan Zelensky?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di sisi lain, ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali dilanda serangan rudal Rusia. Serangan besar-besaran ini menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari 60 lainnya. Insiden ini menjadi salah satu serangan paling mematikan di Kyiv selama perang berlangsung. Pihak berwenang Ukraina sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini akan serangan tersebut.

Di Timur Tengah, Pemerintah Yordania mengambil tindakan tegas dengan melarang Ikhwanul Muslimin dan menyita aset-asetnya. Langkah ini diambil menyusul penangkapan sejumlah anggota Ikhwanul Muslimin yang diduga terlibat rencana sabotase. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan kelompok oposisi tersebut di Yordania.

Terakhir, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mendesak Hamas untuk menyerahkan senjata dan membebaskan sandera Israel yang ditawan di Gaza. Abbas juga meminta Hamas untuk mengubah diri menjadi partai politik. Permintaan ini muncul di tengah ketegangan yang terus meningkat antara Palestina dan Israel. Situasi di Timur Tengah ini tetap menjadi sorotan utama dunia internasional.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Tragedi Suriah Trump Siap Balas Dendam

14-12-2025 - 12.00

Horor di Kampus Ivy League Trump Angkat Bicara

14-12-2025 - 10.15

Mahasiswi Brown Ungkap Detik Detik Mencekam

14-12-2025 - 10.00

Kampus Brown Berdarah Pelaku Masih Buron

14-12-2025 - 07.30

Suriah Berdarah Prajurit AS Tewas Ditembak ISIS

14-12-2025 - 07.15

Malam Mencekam Kampus Brown

14-12-2025 - 07.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.