Internationalmedia.co.id memberitakan pernyataan mengejutkan dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait kasus korupsi yang menjerat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Trump secara terang-terangan menyerukan agar otoritas Israel memberikan pengampunan atau menghentikan proses hukum terhadap Netanyahu. Pernyataan kontroversial ini disampaikan melalui media sosial Truth Social miliknya.
Dalam unggahan panjang tersebut, Trump menyebut persidangan Netanyahu sebagai "perburuan penyihir" dan mendesak agar kasus ini dihentikan segera. Ia bahkan memuji Netanyahu sebagai "Perdana Menteri Masa Perang yang Hebat" dan menegaskan bahwa Netanyahu telah memberikan kontribusi besar bagi Israel, terutama dalam menghadapi Iran. Trump juga menyatakan bahwa dirinya baru mengetahui pemanggilan Netanyahu ke pengadilan pada Senin, 23 Juni 2025.

"Persidangan Bibi Netanyahu harus DIBATALKAN, SEGERA, atau pengampunan diberikan kepada Pahlawan Hebat, yang telah melakukan begitu banyak hal untuk negaranya," tulis Trump dengan nada tegas. Pernyataan ini muncul saat pemeriksaan silang terhadap Netanyahu telah dimulai sejak 3 Juni dan diperkirakan akan berlangsung selama satu tahun.
Presiden Israel, Isaac Herzog, yang memiliki wewenang untuk memberikan pengampunan, menyatakan bahwa hal tersebut belum dipertimbangkan dan belum ada permintaan resmi yang diajukan. Namun, Trump dalam pernyataannya seolah-olah mengklaim bahwa Amerika Serikat memiliki peran penting dalam menyelamatkan Netanyahu, mengingat dukungan AS terhadap Israel dalam konflik dengan Iran.
Pernyataan Trump ini memicu berbagai reaksi dan menimbulkan pertanyaan tentang implikasi politik dan hukumnya. Apakah pernyataan ini hanya sekadar dukungan pribadi atau ada kepentingan lain yang melatarbelakangi? internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan kasus ini.
