SERANG – Sebuah operasi pencarian besar-besaran tengah dilancarkan menyusul hilangnya lima jurnalis yang bertugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Basarnas telah mengerahkan kapal khusus untuk misi ini, yang direncanakan berlangsung selama tiga hari di perairan.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, menjelaskan kepada internationalmedia.co.id bahwa tim gabungan yang terdiri dari 23 personel, termasuk dari KP Sanjaya Mabes Polri, Ditpolairud Polda Banten, dan Basarnas Banten, terlibat dalam pencarian ini. Kapal Basarnas KN Tetuka menjadi tulang punggung operasi, bergerak dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju perairan Carita dan lokasi pencarian.

Maruli menambahkan, kapal pencari akan terus beroperasi di laut selama tiga hari ke depan. Kondisi cuaca di area pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan arah angin dari selatan ke utara berkecepatan sekitar 16,7 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter. Meskipun demikian, sebaran abu vulkanik masih terlihat dengan jarak pandang sekitar 1 mil, menambah tantangan dalam operasi ini.
Pihak kepolisian bersama Basarnas berkomitmen penuh untuk melanjutkan upaya pencarian dan pemantauan situasi di lapangan secara maksimal. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mendekati kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan. "Kami akan terus menyampaikan perkembangan informasi sesuai hasil di lapangan," tegas Maruli.
Titik dugaan terakhir rombongan jurnalis berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, sekitar 9,98 nautical mile (NM) dari RIB 02 BTN, dengan estimasi waktu tempuh 40 menit. Data sementara menyebutkan lima jurnalis yang belum ditemukan adalah M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (freelance). Selain itu, dua individu lain dalam rombongan juga masih dalam proses pendataan.
Rombongan jurnalis diketahui bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB, menggunakan kapal speedboat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB, saat salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan lokasi terakhirnya kepada rekan. Namun, hanya berselang sekitar 22 menit, tepatnya pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan tersebut terputus total.
