Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Pemecatan Massal Guncang Deplu AS, Ribuan Pegawai Menangis
Trending Indonesia

Pemecatan Massal Guncang Deplu AS, Ribuan Pegawai Menangis

GunawatiBy Gunawati13-07-2025 - 04.30Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Pemecatan Massal Guncang Deplu AS, Ribuan Pegawai Menangis
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan peristiwa pilu yang terjadi di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS). Lebih dari 1300 pegawai Deplu AS, terdiri dari 1107 pegawai negeri sipil dan 246 diplomat, dipecat secara massal. Suasana haru dan isak tangis menyelimuti kantor pusat Deplu di Washington D.C. saat para pegawai meninggalkan tempat kerja mereka, membawa kotak-kotak berisi barang pribadi. Beberapa terlihat tak kuasa menahan air mata.

Informasi pemecatan disampaikan melalui email, seperti yang diungkap oleh media The Washington Post. Keputusan ini merupakan perintah langsung dari Presiden AS, Donald Trump, yang sejak Januari lalu telah berupaya merampingkan struktur pemerintahan. Langkah ini diambil tiga hari setelah Mahkamah Agung AS mencabut blokir pengadilan rendah terhadap rencana Trump untuk melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap pegawai negeri.

Pemecatan Massal Guncang Deplu AS, Ribuan Pegawai Menangis
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Trump, yang telah menempatkan loyalisnya di berbagai posisi penting dan memecat banyak pegawai veteran, menjadikan pengurangan tenaga kerja federal sebagai prioritas utama. Melalui Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), yang sebelumnya dipimpin Elon Musk, pemangkasan drastis terhadap lapangan kerja dan pengeluaran terus dilakukan. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, beralasan bahwa Deplu terlalu rumit dan perlu dikurangi sekitar 15 persen.

Langkah kontroversial ini menuai kecaman keras dari Asosiasi Layanan Luar Negeri Amerika (AFSA), serikat pekerja yang mewakili pegawai Deplu. AFSA menyebut keputusan ini sebagai pukulan telak bagi kepentingan nasional AS, terutama di tengah situasi global yang bergejolak. Mereka menyatakan penolakan tegas terhadap kebijakan tersebut. Laporan resmi menyebutkan Departemen Luar Negeri AS mempekerjakan lebih dari 80.000 orang di seluruh dunia tahun lalu, dengan sekitar 17.700 di antaranya bertugas di dalam negeri. Peristiwa ini menjadi sorotan tajam atas kebijakan pemerintahan Trump dan dampaknya terhadap stabilitas pemerintahan AS.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Gencatan Senjata Israel Lebanon Pasukan Tetap di Zona Keamanan

17-04-2026 - 03.30

Rahasia Gencatan Senjata Timur Tengah Terungkap

17-04-2026 - 03.15

Prahara Lebanon: Darah Tumpah Jelang Gencatan Senjata

17-04-2026 - 03.00

Turki Gempar Sekolah Berubah Medan Perang

16-04-2026 - 23.45

Presiden Brasil Bela Iran

16-04-2026 - 23.30

Trump Kejutkan Dunia Gencatan Senjata Israel Lebanon

16-04-2026 - 23.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.