Sebuah titik terang akhirnya muncul dalam kasus kematian Mozza Axillia Gunarsa (18), gadis asal Bergas yang jasadnya ditemukan tinggal kerangka di jurang tol Jangli, Kota Semarang. Polisi berhasil meringkus MDVA (22), terduga pelaku utama, di kediamannya di Blora, Jawa Tengah. Penangkapan ini menjadi puncak penyelidikan panjang yang mengungkap jejak digital krusial. Internationalmedia.co.id – News mengabarkan, terungkapnya kasus ini berawal dari petunjuk percakapan langsung (DM) di Instagram.
AKP Bodia Teja Lelana, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Semarang, menjelaskan bahwa proses penangkapan MDVA tidak serta-merta. Penyelidikan awal dimulai di sebuah indekos di Kota Semarang, yang kemudian mengarahkan petugas pada informasi bahwa pelaku merupakan warga Blora. "MDVA ini kita laksanakan penyelidikan lagi merupakan warga Blora. Lalu pada tanggal 2 dan tanggal 3 kemarin kita melaksanakan penyelidikan di Blora. Tanggal 3 malam kita melaksanakan penyentuhan, kita amankan terduga yang berinteraksi terakhir," terang Bodia, seperti dikutip dari laporan internationalmedia.co.id pada Jumat (4/9/2026).

Setelah diamankan, MDVA akhirnya mengakui perbuatannya. Ia mengaku telah menghabisi nyawa Mozza pada tanggal 25 Juni 2025, hanya tiga hari sebelum laporan kehilangan atas nama Mozza dilaporkan pada 28 Juni 2025. "Dari situ kita interogasi informasi awal, kita dapati bahwa yang bersangkutan itu diduga kuat melakukan tindak pidana yaitu pembunuhan pada tanggal 25 Juni 2025. Lalu laporan orang hilang itu kan 28 Juni 2025 ya, 3 hari setelah peristiwa," jelas Bodia, merinci kronologi kejadian.
Terungkapnya kasus yang sempat menjadi misteri selama lebih dari setahun ini tidak lepas dari penemuan bukti baru yang sangat kuat. Beberapa minggu sebelum penangkapan, polisi berhasil menemukan percakapan penting antara korban dan pelaku melalui aplikasi Instagram. Percakapan tersebut tertaut pada perangkat elektronik milik orang tua Mozza, yang menjadi petunjuk krusial. "Alat bukti yang kuat itu beberapa minggu yang lalu dari perangkat elektronik orang tuanya sendiri, chat Instagram," ungkap Bodia. Ia menambahkan, "Di situ itu ada beberapa komunikasi dengan terduga yang kita duga kuat merupakan seseorang yang berinteraksi terakhir dengan orang hilang tersebut ya."
Penemuan jejak digital ini membuktikan bahwa meskipun waktu berlalu, kebenaran akan selalu menemukan jalannya, terutama di era digital ini. Kasus ini kini terus didalami untuk mengungkap motif dan detail lebih lanjut di balik pembunuhan tragis Mozza Axillia Gunarsa.
