Internationalmedia.co.id – News – Militer Korea Selatan mengambil langkah drastis dengan menangguhkan seluruh latihan menembak individu di penjuru negeri. Keputusan ini menyusul insiden mengejutkan di mana seorang anak terluka akibat peluru nyasar yang mengenai lehernya. Insiden yang memicu penyelidikan intensif ini terjadi di sebuah taman bermain di kota Daegu pada Senin (16/3). Dilansir AFP, Rabu (18/3/2026), peristiwa ini segera menarik perhatian publik dan militer.
Anak yang identitasnya dirahasiakan tersebut, dilaporkan terluka saat berada di taman bermain. Peluru nyasar itu diduga kuat berasal dari lapangan tembak militer yang berlokasi tidak jauh dari area kejadian. Korban segera dilarikan ke rumah sakit. Beruntung, kondisinya dinyatakan tidak mengancam jiwa dan telah diizinkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.

"Militer telah menghentikan semua latihan menembak senjata api individu menyusul insiden tersebut," tegas Bae Seok-jin, Kepala Kantor Hubungan Masyarakat Militer, dalam konferensi pers pada Selasa (17/3). Ia menambahkan bahwa militer telah meluncurkan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini, mengingat latihan menembak memang sedang berlangsung saat kejadian.
Seorang pejabat militer yang dikutip oleh kantor berita Yonhap mengungkapkan detail penting, "Ujung peluru ditemukan di luka anak tersebut selama perawatan di rumah sakit." Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa peluru tersebut memang berasal dari aktivitas militer.
Insiden semacam ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Korea Selatan. Pada tahun 2020, seorang caddy golf di Jeolla Selatan juga menjadi korban peluru nyasar dari lapangan tembak militer terdekat. Ia pingsan dan harus menjalani operasi darurat, namun nyawanya berhasil diselamatkan. Lebih lanjut, tahun lalu, dua jet tempur Korea Selatan secara tidak sengaja menjatuhkan delapan bom di sebuah desa dekat perbatasan dengan Korea Utara selama latihan gabungan dengan pasukan AS, mengakibatkan hampir 30 orang terluka.
Serangkaian insiden ini menyoroti pentingnya protokol keamanan yang lebih ketat dalam setiap aktivitas militer, terutama yang berdekatan dengan area sipil. Penyelidikan atas kasus peluru nyasar di Daegu ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang, demi keselamatan warga sipil.

